Eri Hendro Kusuma Budayawan

Mie Instan Rasa Kapur Barus

Spread the love

Entah kebetulan atau kesengajaan. Setiap kali bepergian untuk tamasya, sarapan yang disiapkan oleh istri saya adalah mie instan. Termasuk pagi hari tadi sebelum saya bertugas untuk mengantarkan murid pergi tamasya ke Pulau Dewata.

Makanan favorit “sejuta umat’ itu selalu mengingatkan pada memori yang tidak akan pernah terlupakan sampai usia senja kelak. Jadi, waktu masih kuliah dulu – – tepatnya kita masih pacaran- – saya ada kegiatan kunjungan ke Jakarta Bandung Jogja untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Sebelum berangkat, seperti biasa sebagai pacar yang baik saya mampir ke kosnya untuk pamit hehe… mungkin sebagai bentuk perhatian atau kasihan karena melihat mahasiswa “kere” seperti saya. Pada waktu itu istri saya menghidangkan mie instan. Tentu tanpa basa basi langsung saya lahap hidangan yang disediakan di meja luar kos itu.

Sebenarnya awal makan terasa seperti biasa. Tapi, menjelang tiga sendok terakhir ada sendawa yang tidak biasa. Saya berpikir positif saja, mungkin bumbunya ada tambahan racikan. Jadi saya habiskan sampai tidak tersisa.

Selama perjalanan lima hari selalu bersendawa dengan rasa agak aneh. Saya jadi berpikir kira-kira itu mie instan rasa apa? Pengen tanya, tapi saya berpikir nanti saja ketika pulang dan ketemu baru saya minta penjelasan tentang resep mie instan itu.

Setelah pulang dari kegiatan, saya sempatkan mampir ke kosan dia – selain untuk mengantarkan oleh-oleh –tentunya saya ingin tahu yang membuat saya bersendawa aneh selama perjalanan itu.

Begitu saya cerita, dia baru menyampaikan jika selama ini mie instan itu disimpan di lemari pakaian. Yaaa ternyata saya bersendawa mie instan rasa kapur barus.. anda nggak perlu tahu rasanya bagaimana. Biar saya saja yang merasakan dengan balutan kenangan masa pacaran dulu.

Penulis : Eri Hendro Kusuma
Penulis dan kolomnis di beberapa media massa

Back To Top