Akar yang Memeluk Rumah Tua
Di balik penilaian orang luar yang tak pernah mengerti, Raya menyadari satu hal, berbakti bukanlah tentang seberapa besar nama yang kita ukir di luar sana, melainkan seberapa tulus kita hadir menjadi pelipur lara di masa tua orang tua kita.
Sampai Kapan Tetap Bertahan?
Perdebatan itu kembali mereda, menyisakan keheningan yang jauh lebih berat dari sebelumnya. Langit di atas kota Malang perlahan berubah gelap, menyambut malam yang bersiap menggantikan senja. Mereka berdua tahu, pertemuan hari ini tidak akan menghasilkan jawaban final. Tidak ada pelukan hangat sebagai penutup, tidak ada janji manis untuk masa depan yang pasti.
“NGOPAG”: Indonesia Emas
Di sebuah warung kopi kecil dekat kampus, tiga mahasiswa duduk menghadap tiga cangkir kopi yang masih mengepul. Mereka menyebut pertemuan itu NGOPAG—Ngopi Pagi.
Masih Adakah Pancasila di Hati
Setiap kali kalender memasuki bulan Juni atau Oktober, ruang disekitar kita mendadak riuh oleh gema Pancasila. Spanduk-spanduk mulai dibentangkan, upacara bendera digelar dengan khidmat, dan ucapan selamat bertema Ketangguhan ideologi ataupun imunitas ideologi memenuhi linimasa media sosial. Namun, di balik serangkaian dan rutinitas tahunan tersebut, ada satu pertanyaan mendasar yang terus mengusik benak saya sebagai seorang guru Pendidikan Pancasila yang setiap hari berdiri di depan kelas. Di tengah serbuan budaya pop global, tren viral yang berganti setiap detik, serta gaya hidup serba instan, rasanya wajar jika timbul kekhawatiran: apakah nilai-nilai luhur yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini masih meresap dalam jiwa mereka? Atau jangan-jangan, Pancasila hanyalah sekadar lima bait kalimat hafalan yang wajib diucapkan saat upacara hari Senin, lalu dilupakan begitu saja ketika bel pulang sekolah berbunyi… masih adakah Pancasila di dalam hati kita?
Pelukan yang Berubah Menjadi Ketegaran
Rachel membawa barang-barangnya dengan hati yang penuh perasaan. Ada rasa sedih meninggalkan rumah, ada kekhawatiran terhadap keadaan ayah, tetapi juga ada semangat untuk memulai perjalanan baru.
Dahulu, Rachel mungkin membayangkan ayah akan mengantarnya menuju tempat ia menuntut ilmu. Namun, keadaan tidak memungkinkan hal itu terjadi. Ayah hanya dapat terbaring di rumah.
Bukit Sampah: Kumpulan Puisi Karya Supali Kasim
Bukit Sampah: Kumpulan Puisi Karya Supali Kasim
Among-Among
“Among-among” adalah ruang yang diciptakan untuk melepas rindu melalui untaian doa. Lantas apa maksud dari berbagai sajian itu? Yang jelas itu adalah sebagai penghargaan, penghormatan, dan pengingat pada leluhur. Dengan menyajikan berbagai aneka makanan dan minuman, itu adalah jalan menuju bersatunya untaian doa antar dua dimensi yang berbeda.
Future Learning Studio: Mengubah Cara Anak Mengalami Pembelajaran
Future Learning Studio dirancang melalui lima tahapan yang saling terhubung, yaitu Ice Breaking, Reading Quest, Team Discovery, Reflection, dan Learning Passport. Setiap tahap memiliki fungsi yang membentuk pengalaman belajar secara bertahap
X-Division Ikuti Upacara dan Potong Tumpeng Kemerdekaan di SMPN 07 Batu, Tanamkan Safety Riding bagi Generasi Muda
Momen peringatan Hari Ulang Tahun ke – 81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMPN 07 Batu, Senin (17/8/2026), berlangsung semakin istimewa dengan kehadiran Komunitas Motor X-Division Jakarta. Komunitas tersebut mengikuti upacara bendera sebagai bagian dari rangkaian agenda Touring Jakarta-Bromo- Malang yang berlangsung pada 14-17 Agustus 2026.
Menikmati Alur Panggung “Drama”
Ya, saya sedang berada pada panggung kehidupan, tempat para pemainnya pun sebenarnya sama-sama bingung menyelesaikan naskah yang mereka tulis sendiri.

