Siapa sangka, seorang pemuda yang dulunya sangat membenci matematika kini menjadi seorang dosen matematika dan menyelesaikan gelar S3 Pendidikan Matematika. Kisah itu menjadi perbincangan asik saat podcast pada kanal youtube redaksi setitik.id.
Podcast kali ini menghadirkan seorang dosen dari STKIP Al Hikmah Surabaya bernama Rahma Wahyu. Anak seorang buruh tani kelahiran Kota Batu ini berhasil mengubah hidupnya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam hal semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
Kisah sukses Rahma dalam menaklukan setiap jenjang sekolah membuktikan bahwa minat dan bakat bisa diasah dan dikembangkan. Meskipun berasal dari keluarga yang sederhana, Rahma tidak pernah menyerah pada mimpinya. Ya tentu bukan mimpi seutuhnya tapi lebih tepatnya adalah serpihan mimpi.
Mengapa serpihan mimpi? Karena sejak kecil sebenarnya dia lebih suka musik dan seni. Bahkan ketika berada di bangku kuliah juga sempat mencuri momen untuk mengikuti seleksi “Indonesian Idol”. Sebuah ajang pencarian bakat menyanyi sangat populer dan sudah menjadi program unggulan salah satu televisi swasta di Indonesia setiap tahunnya.
Tentu semua perjalanan hidup manusia ada campur tangan sang pencipta. Apa yang menjadi kehendaknya juga tidak terlepas dari restu dan peran orangtua. Sehingga setiap proses pasti ada dinamika yang harus dilalui.
Manajemen diri dan hati selalu menjadi kunci untuk terus mencapai target dan tujuan hidup. Kisah mulai dari jenjang sekolah dasar sampai dengan menengah menjadi cerita yang menarik dan lucu untuk dibincangkan kembali. Tentu itu dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda yang saat ini sedang proses mengenyam pendidikan di bangku sekolah atau kuliah.
Kisah hidup Rahma menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, semangat pantang menyerah, dan dukungan orang-orang sekitar, siapa pun bisa mencapai apa yang mereka inginkan. Mungkin itu adalah sedikit ulasan pada sesi pertama podcast dengan Rahma Wahyu. Untuk sesi kedua akan tayang dalam waktu dekat, tentu dengan perbincangan yang tidak kalah menarik. (Redaksi)

