Krisis Teladan
Di sisi lain, ada pula orang-orang yang begitu narsis dengan capaian kecilnya. Mereka menganggap dirinya sebagai yang terbaik, padahal dari kacamata mayoritas, prestasi itu biasa saja.
Di sisi lain, ada pula orang-orang yang begitu narsis dengan capaian kecilnya. Mereka menganggap dirinya sebagai yang terbaik, padahal dari kacamata mayoritas, prestasi itu biasa saja.
Aku pun langsung syok, karena satu kelompok dengan Lini. Jujur, sebenarnya masih setengah takut sih, karena Lini juga masih marah.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama untuk negeri, memohon agar Indonesia senantiasa menjadi negeri yang cinta damai (Darussalam). Setelah itu, setiap kelas menampilkan kreativitasnya melalui drama, hadrah, hingga beragam pertunjukan seni Islami.
Aku merasa sedih karena aku merasa belum bisa membahagiakan orang tua kami tapi mereka sudah pergi.
Lantas bagaimana dengan situasi sekarang? Jelas ini bukan demonstrasi tapi luapan amarah, atau sekadar meladeni tantangan. Kalaupun akhir-akhir ini ada data yang menyebutkan ada tunggangan atau dalang, itu saya kira sebagai akibat dari peluang.
Setiap jalan Aisyah cemberut sambil menendang batu kerikil di setiap jalan. Sampai suatu ketika batu kerikil yang ditendang olehnya berhenti di depan seorang pemulung yang sedang tidur di sebuah kardus lusuh.
Seakan-akan inti dari pertunjukan ini bukanlah untuk rakyat yang berpanas-panasan menonton, melainkan untuk para pejabat yang sudah duduk nyaman di kursi kehormatan.
Di tengah ritme hidup seperti ini, saya menemukan arti merdeka bukan pada bebas dari tanggung jawab, melainkan pada kemampuan untuk berdamai dengan peran-peran yang saya jalani
Aku terduduk di kursi dekat tangga. Dunia rasanya berhenti sejenak. Antara ingin menertawakan diri sendiri atau mengetok kepala pakai buku jadwal. Semangatku yang tadi berkobar seperti api unggun kini meredup, tinggal bara kecil seperti lilin kehabisan oksigen.
Pada saat mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua MGMP, beliau menyampaikan satu kalimat reflektif yang melekat di ingatan saya: “Guru dalam bahasa Sansekerta berarti berat.” Kalimat itu sederhana, tetapi mengandung makna mendalam.