Sandhya di Ufuk Barat

Di desa itu, tak ada gedung sekolah. Hanya balai kecil bekas gudang padi yang disulap menjadi sebuah ruang untuk belajar. Tak ada papan tulis baru, hanya selembar tripleks hitam yang dipaku di dinding. Kapur habis digantikan dengan gamping. Tapi semangat yang lahir setiap sore tak pernah surut, mereka datang tanpa memakai alas kaki, tapi kepala penuh mimpi.

Read More
Back To Top