Menulis: Antara Cinta, Rasa, dan Kesadaran
Bagi saya, titik tertinggi dalam menulis bukanlah trofi atau sertifikat penghargaan. Bukan pula posisi sebagai juara satu, dua, atau tiga. Tapi ketika tulisan itu berdampak. Ketika ia menyentuh, menginspirasi, atau menjadi jembatan kesadaran bagi orang lain, maka saat itulah kita benar-benar menjadi penulis yang utuh.

