Embung Nglanggeran: Menemukan Tenang di Atas Perbukitan Yogyakarta

Spread the love

Kawasan Embung Nglanggeran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam di Yogyakarta yang menyuguhkan pemandangan dari ketinggian. Embung ini merupakan telaga buatan yang berfungsi untuk menampung air hujan dan dimanfaatkan guna mengairi perkebunan petani pada musim kemarau.

Embung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju lokawisata Embung Nglanggeran ini, saya ditemani oleh dua orang teman saya yang juga baru pertema kali ke sana.

Perjalanan Menuju Embung Nglanggeran
Perjalanan kami mulai dari Klaten dengan menggunakan sepeda motor dan mengandalkan Google Maps sebagai petunjuk arah. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 pagi. Pada awal perjalanan, kami disuguhi hamparan sawah hijau yang menyegarkan mata. Namun, semakin mendekati lokasi tujuan, jalan yang kami lalui mulai sepi, menanjak, dan dipenuhi tikungan tajam.

Meskipun demikian, pemandangan yang tersaji sangat indah, berupa tebing-tebing serta struktur geologi yang masih alami. Perjalanan ini kami tempuh dalam waktu kurang lebih satu jam.

Memasuki kawasan Desa Nglanggeran yang ditandai dengan gapura desa, kami melewati beberapa rumah warga. Selanjutnya, kami berhenti di loket untuk membeli tiket masuk. Harga tiket per orang menuju Embung Nglanggeran adalah Rp10.000. Setelah itu, kami diarahkan oleh petugas menuju area parkir.

Kami memarkirkan kendaraan di lahan yang cukup luas dan menghadap langsung ke Gunung Api Purba Nglanggeran. Suasana di area parkir terasa sangat sejuk dan rindang karena banyaknya pepohonan besar. Sebelum menuju lokasi embung, kami mengambil beberapa foto bersama dengan latar Gunung Api Purba Nglanggeran yang megah. Kami juga melaksanakan salat di musala yang berada di dekat area parkir.

Setelah itu, kami memutuskan untuk naik menuju Embung Nglanggeran. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki melewati medan berupa puluhan anak tangga. Setelah beberapa menit, akhirnya kami sampai di Embung Nglanggeran.

Suasana Damai di Embung Nglanggeran
Setibanya di atas, kami disuguhi pemandangan air embung berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi pagar besi. Beberapa gazebo tersedia bagi pengunjung untuk menikmati panorama tersebut. Semilir angin di sekitar embung menciptakan suasana tenang, ditambah lagi dengan pemandangan hamparan vegetasi hijau dan permukiman warga di kejauhan. Meskipun suasana di sana cenderung sepi, keindahan dan ketenangan yang ditawarkan seketika membayar tuntas rasa lelah kami selama perjalanan.

Gazebo di sana jumlahnya cukup banyak, kami memutuskan untuk duduk disalah satu gazebo, yang terletak di ujung embung sambil memakan beberapa cemilan yang kami bawa dari rumah. Di dekat area embung, terlihat beberapa pengunjung lain yang sedang bersantai atau berswafoto. Kami pun tidak melewatkan momen tersebut dengan mengabadikan beberapa foto dan video.

Keindahan Embung Nglanggeran dari Ketinggian
Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan naik dengan menyusuri anak tangga. Di bagian atas, terdapat beberapa gazebo dan rumah pohon yang menghadap langsung ke arah Embung Nglanggeran. Kami memutuskan untuk naik ke rumah pohon tersebut. Di atas sana, hembusan angin terasa cukup kencang sehingga kami memilih untuk duduk sambil menikmati suasana. Dari ketinggian ini, kami dapat melihat seluruh area Embung Nglanggeran dan kemegahan Gunung Api Purba Nglanggeran yang tampak megah di kejauhan.

Mengingat hari mulai sore, kami memutuskan untuk turun. Dalam perjalanan kembali menuju embung, kami berpapasan dengan seorang ibu dan putrinya yang sedang asyik berfoto. Kami juga menyempatkan diri membuat vlog singkat untuk mengabadikan perjalanan turun tersebut. Setibanya di area embung, kami melihat hamparan rumput hijau yang bersih di seberang gazebo tempat kami bersantai sebelumnya.

Kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju parkiran melalui tangga yang kami lalui sebelumnya. Sesampainya di kawasan parkir, kami mampir ke salah satu warung untuk membeli minuman. Di area parkir tersebut terdapat beberapa warung yang menyediakan minuman, camilan, maupun makanan berat.

Makan dengan View Gunung Api Purba Nglanggeran
Dalam perjalanan pulang dari area parkir, kami menyempatkan diri untuk makan di Pawon Purba yang lokasinya tidak jauh dari kawasan embung. Suasana di tempat makan tersebut terasa sangat nyaman dan hangat, layaknya makan di rumah nenek, dengan nuansa tradisional pendopo Joglo khas Jawa.

Kami memesan es teh serta beberapa camilan seperti mendoan dan pisang goreng. Untuk makanan berat, Pawon Purba menggunakan sistem prasmanan. Makanan yang disajikan merupakan masakan rumahan khas Jawa, khususnya hidangan khas Gunungkidul.

Area tempat makannya cukup luas, tersedia pilihan di dalam pendopo maupun di luar ruangan. Kami memilih untuk makan di area luar. Hamparan rumput hijau, meja dan kursi yang terbuat dari batu, serta pemandangan Gunung Api Purba Nglanggeran yang terlihat jelas membuat suasana terasa semakin syahdu. Sebelum beranjak pulang, kami tidak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama berlatar pemandangan yang indah tersebut

Elisa Mutiarawati, Instagram: @lisasalisa5

Back To Top