Puisi

Dilema Seorang Pejuang Peradaban

Spread the love

Kuiringkan langkah menuju sebuah ruang baru Ruang yang menuntutku bergerak

Dan keraguan terus mengintai asa

Hingga degup jantung ini pun terus tak menentu

Rasa tak mampu dan takut dengan ketakutanku sendiri selalu berdebarkan di dada Hanya doa dan restu sebagai penenang untuk menjawab segala tantangan

Aku harus bersepakat dengan hati nurani Langkah demi langkah kupijak

Kusulami waktu demi waktu dengan bijak

Dimana ku mencoba membagi tubuh dan pikiran pada beberapa tempat dan orang terdekat,dengan bertanggungjawab dan tepat

Terkadang jarum waktu yang tajam mengejar, memburuku di layar maya memaksaku dengan tegas

Membayang-bayangkan kegelisahan tuk bisa menghijaukan huruf-huruf, penanda tuntas tugas

Sadar, aku manusia biasa

Sesaat waktu ku terlalu penat, tak sadar air mata mengalir merasa berat Bisaku hanya menghela napas yang panjang

Lelah?…pasti iya! Menyerah?…itu suatu dilema! Tapi aku telah memilih

Aku telah tergerak, harus bergerak, dan mulai menggerakkan para pejuang peradaban

Membungkam suara-suara nyinyir yang riuh, tanpa permisi menerobos dinding-dinding bikin gaduh

Berani bergerak adalah sebuah pengharapan Mengajar dengan penuh kehormatan

Menanamkan benih-benih bunga bangsa masa depan, yang akan menumbuhkan senyuman ketulusan

Hasil menuai buah pendidikan yang menghantarkan kebahagiaan dan keselamatan

Anak-anak kita pun merdeka dengan pilihan, siap hidup dan bisa mengisi zamannya dengan gemilang

Puisi Achmad Bachtiar

Back To Top