Kuiringkan langkah menuju sebuah ruang baru Ruang yang menuntutku bergerak
Dan keraguan terus mengintai asa
Hingga degup jantung ini pun terus tak menentu
Rasa tak mampu dan takut dengan ketakutanku sendiri selalu berdebarkan di dada Hanya doa dan restu sebagai penenang untuk menjawab segala tantangan
Aku harus bersepakat dengan hati nurani Langkah demi langkah kupijak
Kusulami waktu demi waktu dengan bijak
Dimana ku mencoba membagi tubuh dan pikiran pada beberapa tempat dan orang terdekat,dengan bertanggungjawab dan tepat
Terkadang jarum waktu yang tajam mengejar, memburuku di layar maya memaksaku dengan tegas
Membayang-bayangkan kegelisahan tuk bisa menghijaukan huruf-huruf, penanda tuntas tugas
Sadar, aku manusia biasa
Sesaat waktu ku terlalu penat, tak sadar air mata mengalir merasa berat Bisaku hanya menghela napas yang panjang
Lelah?…pasti iya! Menyerah?…itu suatu dilema! Tapi aku telah memilih
Aku telah tergerak, harus bergerak, dan mulai menggerakkan para pejuang peradaban
Membungkam suara-suara nyinyir yang riuh, tanpa permisi menerobos dinding-dinding bikin gaduh
Berani bergerak adalah sebuah pengharapan Mengajar dengan penuh kehormatan
Menanamkan benih-benih bunga bangsa masa depan, yang akan menumbuhkan senyuman ketulusan
Hasil menuai buah pendidikan yang menghantarkan kebahagiaan dan keselamatan
Anak-anak kita pun merdeka dengan pilihan, siap hidup dan bisa mengisi zamannya dengan gemilang
Puisi Achmad Bachtiar


