Batu, 10 November 2024 — Sebanyak 22 siswa, 20 paguyuban wali murid dan 7 guru pendamping dari SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu baru saja menyelesaikan kunjungan studi wisata mereka ke Pulau Bali, yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 10 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para siswa pada kekayaan budaya, sejarah, serta keindahan alam Bali.
Perjalanan dimulai pada Jum’at, 8 November 2024, dengan rombongan berangkat dari Kota Batu menuju Utama Raya yang terletak di Probolinggo Jawa Timur untuk menikmati keindahan pantai di saat senja hari dan dilanjutkan dengan makan malam di resto.
Tiba di Bali tanggal 9 November 2024, langsung menuju Pantai Sanur, sebuah pantai yang terkenal dengan keindahan matahari terbit dan air laut yang jernih. Di sini, para siswa menikmati panorama pantai sambil mengikuti aktivitas edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Kegiatan berikutnya adalah menyaksikan Tari Barong, sebuah pertunjukan seni tradisional Bali yang menggambarkan perjuangan antara kebaikan dan kejahatan. Para siswa sangat antusias dengan keindahan gerakan dan makna yang terkandung dalam tarian ini.
Selain itu, mereka juga mengunjungi Desa Penglipuran, desa adat yang masih mempertahankan tradisi Bali yang kental. Di desa ini, siswa mendapatkan wawasan tentang kehidupan masyarakat Bali, arsitektur rumah adat, serta adat istiadat yang dijaga turun-temurun.

Terakhir, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Kuta yang lebih ramai, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Bali. Para siswa berkesempatan untuk belajar tentang sejarah pantai ini dan menikmati suasana pesisir yang khas. Di daerah Kuta ini sekaligus menjadi tempat istirahat pada hari kedua para peserta.
Pada hari kedua, peserta mengunjungi Pantai Pandawa. Pantai identik dengan tebing yang indah. Beberapa peserta menikmati pantai dengan sekadar berenang dan bermain dayung. Suasana pantai pada saat itu yang sangat panas membuat peserta yang terbiasa hidup dengan cuaca sejuk, harus berjibaku dengan panasnya Pantai Pandawa.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke Tanah Lot, salah satu pura yang terkenal dengan pemandangan lautnya yang menakjubkan. Di sini, para siswa belajar mengenai sejarah Tanah Lot yang memiliki makna spiritual bagi masyarakat Bali.

Di sela-sela kunjungan ke tempat tujuan utama, temu rombongan juga mengunjungi pusat oleh-oleh Krisna dan Joger, dua tempat terkenal yang menawarkan berbagai produk khas Bali, mulai dari kerajinan tangan hingga pakaian unik. Di Cening Bagus, para siswa juga mendapat kesempatan untuk membeli oleh-oleh dan souvenir khas Bali sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ini.
Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu, Ibu Yayuk Sariyastutik, mengungkapkan, “Kunjungan studi ini tidak hanya untuk menikmati keindahan alam Bali, tetapi juga sebagai sarana untuk mengenal lebih dalam budaya Bali yang sangat kaya. Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan siswa serta menjadi kenangan indah bagi kehidupan anak-anak.”
Sebagai ketua paguyuban dan inisiator kegiatan ini, Ibu Yuliartini juga menyampaikan jika kunjungan ke Pulau Bali ini adalah pertama sejak sekolah ini didirikan. Kegiatan semacam ini dilaksanakan tak lain adalah untuk memberikan bekal pengalaman lapangan kepada anak-anak. “Minimal anak-anak dapat merasakan secara langsung bagaimana suasana di Pulau Bali dan tidak hanya melihat di video atau membaca artikel di internet maupun buku” , ungkapnya lagi.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa yang merasa antusias dan mendapat banyak pembelajaran berharga meskipun mereka terlihat sangat lelah. Meskipun terasa capek dan melelahkan, tentu kembali ke Kota Batu dengan membawa berbagai kenangan manis dari Pulau Dewata. (Redaksi)

