ASKARA
Bias sinar menyilaukan mata,
Terdiam sejenak menyela haluan,
Tak hentinya tertegun dengan sandaran mengharu,
Apakah sampai hati menatapnya selalu,
Wahai sinar kemilau,
Hendaknya kuatku yang mampu menjagamu,
Menepiskan keraguan akan cita,
Meskipun harapan tak mampu membuktikan wujudnya,
Setidaknya seikat jariku dapat kembali berdawai,
Bibirku pun dapat kembali menggaungkan nadanya.
Sedikit kata terwakili oleh ketikan bias
GARJANA
Sambaran petir tetiba,
Mengetuk dan mendebarkan segalanya,
Kukira hanya gertakan rasa,
Nyatanya sekeping jawab menantikannya,
Ingin semesta berteriak,
Bergemuruh menjadi buaiku,
Kepingan demi kepingan yang terkumpul,
Janganlah senyap begitu saja,
Kata bisu yang mengharu dalu,
Titik buta menerangkannya,
Sajak tak dapat sampai begitu saja,
Jika segalanya hanya menoleh tanpa menyapa
Rahma Wahyu
Penulis adalah Dosen di STKIP Al Hikmah Surabaya

