Jika Anda melintas di jalan raya Maospati–Solo, tepatnya di Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi kuliner legendaris yang satu ini: Ayam Panggang Mbak Lastri. Hidangan ini terkenal bukan hanya di kalangan warga setempat, tetapi juga menjadi incaran para pelancong yang sengaja singgah untuk menikmati cita rasa ayam kampung panggang yang diolah secara tradisional. Lokasinya yang strategis di jalur penghubung antar Kabupaten/Kota, membuat warung ini mudah dijangkau dan ramai pengunjung.
Ayam yang digunakan di sini adalah ayam kampung asli, yang terkenal dengan teksturnya yang lebih padat dan gurih dibanding ayam potong biasa. Proses pengolahannya menjadi daya tarik tersendiri. Ayam mentah langsung dipanggang di atas tungku dalam keadaan utuh satu ekor, tanpa dipotong-potong terlebih dahulu. Teknik pemanggangan ini memungkinkan daging ayam matang merata, sekaligus menjaga kelembutan seratnya.
Keunikan lainnya terletak pada bumbunya. Setelah ayam matang, pelanggan bisa memilih dua varian rasa, bumbu rujak atau bumbu bawang. Bumbu rujak menawarkan cita rasa manis, pedas, dan sedikit asam yang menyatu sempurna dengan aroma asap panggangan. Sementara bumbu bawang memberikan sensasi gurih yang lebih sederhana, namun tak kalah memikat. Usai dilumuri bumbu pilihan, ayam kembali dipanaskan di atas tungku, membuat rasa bumbu meresap dalam setiap helai serat daging.
Cara memasak tradisional ini juga menghasilkan manfaat lain, minyak atau lemak yang terkandung di dalam ayam benar-benar menetes habis selama proses pemanggangan. Hasilnya, ayam menjadi lebih sehat untuk dikonsumsi, tanpa kehilangan cita rasa gurih alaminya. Aroma asap dari pembakaran kayu berpadu dengan bumbu khas menciptakan sensasi yang membuat siapa pun sulit menolak untuk segera mencicipinya.
Ayam Panggang Mbak Lastri dijual per ekor utuh, lengkap dengan pelengkap seperti urap-urap, sambal, dan lalapan segar. Kombinasi ini membuat satu paket sajian terasa benar-benar lengkap. Sambal yang pedasnya pas, urap-urap dengan sayuran segar berbalut kelapa parut, serta lalapan mentimun dan kemangi menjadi pasangan sempurna untuk ayam panggang yang hangat.
Soal harga, pembeliannya memang mengikuti harga ayam mentah yang digunakan. Terakhir, harga satu ekor ayam panggang berkisar antara Rp120.000 hingga Rp135.000, tergantung besar kecilnya ukuran ayam. Bagi sebagian orang, harga ini sepadan dengan porsi besar, rasa yang autentik, dan proses masak yang memakan waktu serta tenaga.
Tidak heran jika Ayam Panggang Mbak Lastri menjadi salah satu kuliner khas yang direkomendasikan bagi siapa saja yang melintas di Geneng, Ngawi. Sajian ini bukan sekadar hidangan, melainkan pengalaman menikmati ayam kampung panggang yang diolah untuk mempertahankan cita rasa tradisional dan menyajikannya dalam bentuk terbaiknya.
Redaksi

