Spread the love

Namaku Zerica, biasa dipanggil Ica. aku adalah anak yang egois dan agak kurang beruntung jika berbicara tentang namanya percintaan. “Mentok” hanya sebatas mengagumi.

Pernah satu waktu merasakan mengagumi yang begitu mendalam. Aku megagumi cowok yang bernama Hesa. Menurutku Ia adalah cowok tampan, pendiam, tapi juga perhatian. Sebenarnya Hesa sudah lama berteman denganku. Untuk itulah alasanku tidak mau berharap lebih pada dia. Ya… aku lebih menjaga pertemananku dengannya, dari pada harus mencoba mendapatkan hatinya. Mengaguminya menjadi jalan yang akhirnya aku pilih. Mengagumi adalah rasa yang bisa dibilang nggak enak atau lebih tepatnya sakit. Tapi apadaya, aku hanya bisa mengagumi. Seseorang yang kita kagumi belum tentu kagum dengan kita.

Aku lebih suka diam dari pada mengungkapkannya. Bagiku mengungkapkan itu bukanlah hal yang mudah. Ada banyak resiko yang ditanggung dan harus dipertanggung jawabkan nantinya.

Meskipun hanya sebatas mengagumi, nggak tahu kenapa ya aku selalu cemburu saat mata cewek lain menatap Hesa. Disitulah aku hanya bisa diam dan menahan rasa sakitnya. Meskipun aku sadar bukan siapa-siapanya Hesa, tapi apakah aku berhak mempunyai rasa cemburu kepadanya?.Aku sangat takut banget bila ada cewek yang berani deketin Hesa. Seolah aku juga takut kehilangan pertemanan yang dekat ini.

Saat aku bermain Tiktok tiba tiba ada notif dari Instagram” Mahesa telah menambahkan cerita pertama kalinya”. Spontan langsung gas melihat story yang Hesa buat. Waktu itu aku masih belum tahu dia membuat story apa, karena keadaan wifi masih lemot.

Selang beberapa waktu wifi rumah kembali normal. Ternyata Hesa ngepost foto cewek di storinya. Di situ aku masih belum percaya sih, masih berfikir optimis dan menahan diri agar nggak boleh overthinking berat.

Begitu aku tahu Hesa lebih sering ngepost foto cewek yang sama. “Mak jleb”…hati rasanya langsung rapuh dan remuk. Apalagi apabila hati sudah terlanjur nyaman, rasa cinta ini tidak akan pernah terhilangkan. Tapi bagaimana lagi waktu aku lihat ceweknya memang lebih cantik dari pada aku sih.

Sebenarnya Hesa juga ada perhatian ke aku, tetapi bagaimana lagi? dia sudah punya cewek. Aku pun tidak bisa melakukan apa-apa, selain melihat, melirik dan mengaguminya saja.

Sering sekali saat sholat aku pasti curhat kepada Allah. Sesekali berdoa agar aku kelak ditakdirkan hidup bersama Hesa. Aku merasa sangat nyaman didekat hesa. Pertama kali ini aku merasakan kenyaman dan ketenangan saat dekat dengan cowok. Ingin rasanya menghilangkan dia dari pikiranku. Tetapi sulit banget melepaskan dan melupakan cowok yang aku kagumi.

*** Pada saat itu aku baru pulang sekolah, seperti biasa pulang sekolah juga langsung main handphone. Jam 15.04 tiba tiba ada notifikasi dari Instagram. Eh ternyata Hesa dong yang chat aku.
”spil wa nya dong ca’
”buat apa”
”buat nambah Kontak aja sih ”
”0812*“
”makasih”’
”iya”
hati mulai gemetar muka merah dan salah tingkah. hatiku pun rasanya disko di dalam ” jedug..jedug..jedug “.

Sesekali hatiku pun berkata “apa benar ini dia?”… Aku masih tidak percaya apakah benar ini dia.

Ternyata ini bener dia. Alasanku suka sama Hesa yaitu sifat dia yang membuat aku penasaran dan ingin mengagumi. Hesa adalah anak yang suka dengan kesenian sama denganku. Mungkin karena kesamaan itulah yang bikin hatiku penasaran dan ingin lebih jauh mengenal dia.

Setelah sekian lama tidak ada notif, Hesa pun ngechat aku di Whatsapp. Dia mulai dengan nanyain kabar. Setelah itu seperti biasa, marahin aku belum tidur karena sudah larut malam.

”Kok belum tidur ini kan udah malam besok juga sekolah “
“emm iya ini juga mau tidur sih” balasku
“bilangnya aja mau tidur tapi juga tetep main handphone!!” sahut Hesa dengan ketikan marah.
“iya iya”, balasku lagi

Jatuh cinta atau mengagumi seseorang itu berat banget apalagi yang aku kagumi orangnya dewasa dari aku. ” huff… “

Keesokan harinya pada saat aku bersih bersih rumah tiba-tiba terdengar handphone ku bunyi “dret..dret…dret” langsung aku lihat eh…ternyata Hesa yang telpon. Spontan aku angkat dengan rasa sedikit ragu.
” hmmm gak biasanya nelfon nelfon gini, angkat gak ya….” Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengangkat.

” hallo ca.. ”
” hallo ada perlu apa ya ”balasku
” enggak ada papa sih cuman ingin nelfon kamu aja ”. Aku pun langsung terdiam dan rasanya gugup banget mau ngomong lagi..
” lah terus gimana ini ”
” ya gak gimana gimana sih ”
” hmm ”

Sebenarnya isi percakapan dalam telp tidak penting-penting amat. Ya cuman sekedar telpon aja tapi tidak ada hal spesial yang dibicarakan. Sampai tak terasa sudah satu Jam lebih.

” hallo ini aku matikan ya telponnya ” tanyaku.
” iya sudah silahkan ” jawab Hesa.

Dalam hatiku pun aku tersenyum dan berbicara sendiri ” kenapa ya ini kok tiba tiba telfon? atau mungkin ada yang mau dibicarakan, ah… udah lah biarin mungkin cuman ingin telfon aja “….

Hari Minggu ada pentas seni di kampungku. Aku pun ikut di pentas seni tersebut dan bertemu dengan Hesa.

“gak papa meskipun ketemu harus tetap profesional ” dalam hatiku untuk menyemangati diriku sendiri.

Alhamdulillah…Acara pun sudah dimulai. Aku bersama temanku yang bernama Felix menunggu urutan untuk maju ke panggung. Waktu pertunjukan pun tiba pada giliranku untuk tampil.

“Waktunya untuk menunjukan seni kita”, kataku pada Felix.
” Ehh.. kok tiba tiba aku gugup ya fel”
” Iya gugup gegara dilihat diakan” jawab Felix
” heheh iya sih, tapi ya sudah lah kita fokus dulu aja” jawabku
” udah udah ayo cepetan udah giliran kita nih ” jawab Felix
” bleg..bleg…bleg ” larinya aku bersama Felix menuju panggung.

Pertunjukan pun dimulai, Aku dan Felix pun bisa menyelesaikan pertunjukan dengan lancar. Untungnya pada waktu tampil aku dan Felix bisa kompak meskipun hatiku gugup dan gemetaran.

“Huft… kamu gak gemeteran fel ?…”
” Ya iya…sih aslinya tapi mau gimana lagi siap gak siap harus siap” jawab Felix dengan engap.

Di saat itu aku belum ngelihat Hesa sama sekali, gak tau dia lagi ngapain dan dimana. Tiba-tiba terdengar suara kaki ” deg.. deg..degg ” eh.. ternyata suara kaki dia bersama temannya yang ingin menghampiriku..

” Hay ca.. ” sapa dia ke aku
” Hay.. ada apa ” jawabku
” boleh minta foto gak “
” emangnya buat apa ” jawabku dengan gugup
” ya buat isi galeri aja sih, boleh apa enggak ” jawab dia sambil muka kesal
” ya udah si ayok ” balesanku sambil marah.

Akhirnya selesai foto dan crush. Aku dipanggil lagi.
“eh ca nanti tolong vidioin aku ya, maukan?”
“iya boleh” jawabku

Terlihat di video bagaikan mentari yang sedang tersenyum malu-malu, muncul dari arah lautan sebelah timur, semakin lama semakin terlihat jelas senyuman dan ketampanannya. Itulah yang membuatku semakin tak kuasa menahan decak kagum.

Memang sih aku mengagumi dia dan ada respon dari sikap pedulinya kepadaku. Akan tetapi aku tidak yakin kalau dia suka padaku juga. ” ahh… sudah lah tugasku hanya lah mengaguminya bukan memilikinya”

Sebenarnya pasrah saja sih, jika memang dia benar suka padaku aku akan terima tetapi jika dia tidak suka, mungkin itu hanya cobaan yang diberikan tuhan kepadaku. Aku tidak akan pernah mengungkapkan isi hatiku kepada dia, takutnya dia terganggu dengan kehadiranku dan merasa risih bila dekat denganku. Jika dia bahagia tanpa aku, aku akan pergi sejauh mungkin dari dia, karena aku tidak ingin kebahagian dia rusak karena kehadiranku.

Jika dia merasa bahagia di dekatku aku akan menjaga kebahagian itu bersamanya. Jika dia lebih memilih kebahagiaan bersama yang lain, maka akan aku terima dengan ikhlas hati. Karena ini bukan lah masalah pertama bagiku. Sebelumnya aku sudah sering dibuat feeling lonely dan ditinggalkan begitu saja.

Hesa adalah cowok yang dibilang pekerja keras. Pikirannya lebih dewasa dari umurnya. Hesa di kampung terkenal dengan anak yang berbakat di kesenian. Banyak sekali yang suka kepadanya, seperti aku juga sangat suka kepadanya. Apalah dayaku yang memiliki paras pas-pasan dan banyak saingan

Selama berteman, sebenarnya sering sekali Hesa menemani aku saat aku kesepian, kasih semangat, dan juga marahin apabila aku salah.

Seiring berjalannya waktu, perhatian Hesa entah mengapa mulai pudar, jarang ngechat, juga jarang kasih kabar. Dari situ aku sudah mulai merasa kalau Hesa sudah pergi dan cuman feeling lonely aku. Mau gimana lagi kalau dia udah pergi dari aku, aku harus ngelakuin apa?. Harga diri lebih penting sih menurutku karena jika ngemis-ngemis juga nggak bakal ada gunanya. Yang ada hanya bikin malu.

Sempat kepikiran juga ketika Hesa tiba-tiba hilang begitu saja.
“hmm… kenapa ya kok hesa langsung slow respon gini, atau aku cuman jadi bahan kegabutannya saja?” dalam hatiku sambil mata berkaca kaca.

Selang beberapa waktu juga tidak ada yang namanya notifikasi dari Hesa, aku mulai heran kepada dia. Sifat Hesa yang tiba tiba nge whatsapp, lalu menghilang. Membuat aku melakukan refleksi. Pikiranku sudah melayang dan pergi kemana mana. Apa aku cuma di jadikan bahan ketika gabut saja?, apakah aku hanya badutnya yang bisa dibuat hiburan?. ” apakah aku tidak cocok di samping Hesa?, atau mungkin ini jalan dari Allah? “.

Dengan sikap yang ditunjukan Hesa, perlahan hatiku kepada Hesa mulai hilang. Kekagumanku terhadap Hesa perlahan aku menguburnya. Sebisa mungkin aku berusaha untuk menghilangkan rasa suka ku kepadanya. Meskipun sesekali ia datang dan menggoda di mimpiku.

Saat aku berkumpul bersama Felix tiba tiba Felix memanggilku.
“ca..”
” hmmm ” jawabku
” btw kenapa kamu kok merenung saja, ada masalah kah?.”.
” hmm ya biasalah…”
” crita aja sih masak sama temannya sendiri gak mau cerita “.
” hmm mungkin belum waktunya cerita sih “.sahut jawabku
” Ya sudah tenangkan dirimu dulu “. Jawab Felix dengan muka kasihan.
” iya trimakasih ya “. Jawab
” iya udah jangan bahas itu lagi, aku ngerti kok perasaanmu “.
” sekali lagi makasih banyak ya udah ngerti keadaanku “.
Akhirnya sudah tidak membahas masalah itu aku dan Felix melanjutkan bermain dan mengobrol

Sebenarnya keberadaan Felix membuat aku merasa terhibur dan sejenak melupakan masalah percintaan ku. Felix pun sudah pulang. Rasa hatiku sangat berat karena tidak ada yang menghibur diriku, masalah yang kualami akhirnya kembali di dalam pikiranku.

Seperti biasa malam hari yang sepi, sunyi, dan gelap gulita aku merenung. Semenjak tidak ada Hesa, aku berpikir nggak bakal pernah mengagumi seseorang lagi. Akan tetapi mungkin saja jika ada yang kuanggap nyaman rasa kagum itu akan kembali muncul.

S.A.F. Bunga Cinta Pratiwi
Siswi SMAN 1 Batu

Editor : Deni Iska Dian Nita

Back To Top