Spread the love

Hai….. aku adalah Bunga. Aku mempunyai dua sahabat yang selalu menerima aku apa adanya. Mereka juga yang selalu menghibur ketika aku sedang ada masalah. Sahabatku tersebut bernama Valen dan Lini.

Valen..Dia adalah anak yang egois. Dia juga sering tergila oleh yang namanya cowok. Lebih tepatnya sih sering mengagumi cowok. Valen memiliki paras cantik, berkulit putih dan berambut lurus. Sehingga sangat wajar ketika dia sangat percaya diri untuk mengagumi banyak cowok.

Lini…Dia anak yang sangat alim tetapi kadang kadang juga Aliman. Lini adalah anak yang paling pendiam. Lini tidak pernah tergilakan oleh cowok, akan tetapi apabila sudah terlanjur nyaman dengan satu cowok, dia pasti lupa dengan sahabatnya. Boleh dikatakan Alin ini tipe-tipe cewek yang bucin lah.

Meskipun kami bertiga bersahabat sangat baik, tapi bukan berarti diantara kami tidak pernah bermasalah. Kesalahpahaman menjadi satu hal yang selalu terjadi di tengah hangat persahabatan kami. Mulai ada rasa cemburu dari Lini ketika Valen bersama aku, sebaliknya jika aku bersama Lini pasti Valen cemburu. Terkadang kita memang merasa kesulitan untuk selalu bersama.

Salah satu hal paling merepotkan dalam persahabatan ini adalah ketika membujuk Lini yang sedang marah. Meredahkannya itu sungguh sangat sulit. Marahnya saja bisa satu bulan penuh.

Suatu hari pada saat di sekolah aku bersama Valen sedang asik bermain berdua. Kebetulan kita berdua tidak bersama Lini, karena dia istirahat lebih dulu. Sedangkan aku dan Valen memilih menghabiskan waktu istirahat untuk makan bekal yang di bawakan oleh ibu. Setelah makan aku dan Valen bermain berdua, ghibah berdua dan ngejoks berdua. Pada saat itu kami berdua memang lagi asik-asiknya dan mood kita berdua juga sangat bagus karena dapat nilai matematika yang maksimal. Bagi kami, dapat memahami pelajaran matematika adalah hal paripurna. Karena tidak mudah memahami dan mendapatkan nilai matematika dari seorang guru Matematika bernama Pak Imam.

“Si Lini ini dari tadi diam diam Mulu ngomong sama kamu aja tidak” kataku,
“sepertinya masih ada masalah dia ” sahut Valen .
“hmm…. mungkin sih, tapi kan udah biasa dia juga seperti itu ” sahutku menjawab Valen.
” gimana kalau kita bujuk supaya gak ngambek lagi “.
” tapi bagaimana cara membujuk dia biar cepet sembuh ” sahutku dengan muka kesal.
” ya udah sih di fikir dulu aja gimana caranya supaya dia gak marah lagi ” jawab Valen.
” Ya udah dikirim dulu gimana caranya, kalau udah nemu kasih tau aku, biar aku bantu ” jawabanku.
” oke… siap ” sahut Valen.

Setelah sekian lamanya Valen memikirkan gimana caranya membujuk Lini. Aku pun pergi ke kantin untuk membeli camilan. Pada saat di kantin tidak sengaja aku bertemu Lini. Lini pun tidak menyapa aku dan pura pura nggak lihat. Jadi kita seakan-akan tidak pernah kenal. “aduh kenapa ya Lini ini, apakah aku ada salah kepadanya” (dalam hatiku dengan gelisah).

Aku pun lanjut untuk antri memesan makanan, karena keburu waktu istirahat habis.
“Mbak Mes…aku mau beli tempura Rp.5.0000 aja ya”
“oke siap di tunggu ya soalnya masih antri
” oke siap mbak Mes “
” Bunga.. ini loh tempuramu sudah jadi “
” oh… iya mbak mes, ini uangnya terima kasih ya “
“oke sama sama” sahut Mbak Mes

Selesai membeli beberapa camilan aku langsung kembali pergi ke kelas.

” gimana udah ketemu Tah caranya ” tanyaku kepada Valen
” belum… aku bingung banget gimana caranya ” jawab Valen
” hmmm gitu tadi ngeyel banget ” sahutku.

Pada saat aku mau mencoba menghibur Lini dengan caraku, tiba-tiba bel berbunyi “tring…tring…tring ” .
“heh ini bagaiman belnya sudah berbunyi gak ada waktu buat kita menghibur Lini” kata Valen
“ya udah nanti aja setelah sholat Duhur kita rayu-rayu ” jawabku
” okey okey siap ” sahutnya Valen.

Karena bel masuk setelah istirahat berbunyi, kita pun masuk kelas untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Eh.. tiba-tiba ada pembagian kelompok IPS dong, aku dan Valen pun langsung tatap-tatapan.
“Hey semoga kita dapat kelompok yang sama ya” kata Valen
“iya semoga saja” jawabku.

Pada saat Bu Citra guru IPS membacakan kelompok, aku mendapatkan kelompok nomer 3. Bu Citra pun langsung menyebutkan nama anggota kelompoknya
“kelompok 3 yaitu bunga, Ara, lini, Zulfa” ucap Bu Citra

Aku pun langsung syok, karena satu kelompok dengan Lini. Jujur, sebenarnya masih setengah takut sih, karena Lini juga masih marah.

“hei Valen, kita tidak bisa bersama deh” kataku
“iyaa.. tapi gak papa lah meskipun kita tidak sekelompok tetapi tetep selalu bersama” jawab Valen.
“emmmm kata kata mu membuatku kagum deh” jawabku dengan salah tingkah.

Pembelajaran IPS pun berlangsung dan tidak terasa jam sudah menunjukan waktu nya sholat Dhuhur.

Bel pun berbunyi “tring..tringg..” semua siswa pun bersiap untuk pergi ke masjid.

Pada saat mau pergi masjid aku melihat Valen mengantuk dan tertidur di meja. Seperti biasa, karena tangan aku gatel kalau tidak usil, akupun langsung beraksi.

” Tek..Tek..tekk ” suara kaki ku melangkah dengan pelan pelan ” dorrr!! ” hei Len bangun udah waktunya sholat Dhuhur…

Valen terkejut dan hampir jatuh dari bangkunya.
” hihhh apa apan sih kamu ini kagetin aja ” kata Valen dengan marah marah.
” hmm iya deh maaf ” jawabku dengan berpura pura muka melas.
” ya udah aku maaf kan ” sahut Valen dengan marah.
” ikhlas gak sih maafinnya ” jawabku
” aa udah lah gak usah di terusin… ayo cepet ke masjid nanti keburu di tinggal yang lain ” jawab Valen.

Aku dan Valen pun berlari supaya tidak terlambat sampai masjid,
” huff…huff engap juga ya ternyata ” kataku kepada Valen.
” iyaa “.. jawab Valen.

Kita pun memasuki masjid dan mengambil air wudhu. Setelah itu kita dan teman-teman melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah.

Setelah selesai sholat kami semua kembali ke kelas. Di perjalanan menuju kelas, Aku dan Valen langsung menyiapkan strategi untuk menghibur Lini.

” ehh Len jangan lupa rencana kita tadi ya ” kataku
” oh… iya hampir lupa aku ” jawab Valen.
” ya udah gimana nih rencananya ” sahutku.
” emmm gini loh kita bagi tugas ya ” jawab valen.
” oke oke gimana nih tugasnya “sahutku lagi.
” kamu beli aja jajan kesukaan lini tapi jangan banyak banyak, terus aku yang ngerayu dia… gimana setuju gak ” kata Valen.
” yaudah sih setuju gak setuju harus setuju, ini semua juga demi lini ” jawabku.

Aku dan Valen mulai berpencar. Aku melakukan tugas-tugas yang disuruh Valen tadi dan Valen melaksanakan tugasnya sendiri.

Aku segera pergi ke kantin untuk membeli jajan kesukaan Lini.

” mbak Messi… “
” hallo hallo mau beli apa “
” beli ketela nya ya 5.0000 RB aja “
” oke ditunggu ya “
” siap mbak Messi “

Akhirnya aku sudah mendapatkan ketelanya. Kemudian buru-buru langsung menghampiri Lini dan Valen yang ada di kelas. Ehh ternyata Valen sudah membujuk Lini dong. Sebenarnya aku takut gagal sih dengan rencana ini, tapi..

“Len.. Valen ” dengan berbisik aku memanggil Valen
Valen pun langsung menghampiri aku yang masih ada di depan pintu.
“ada apa… kenapa gak langsung masuk aja”
“aku takut gagal dengan rencana ini Len”
“nggak pasti aman kok, lini udah agak mendingan marahnya”
“hmm ya sudah”

Valen mulai beraksi merayu Lini, sedangkan ketela yang aku beli tadi belum sempat aku kasih, karena masih menunggu Lini sudah sembuh dari penyakit marah-marahnya. Lama kelamaan Lini mulai asik lagi. Aku pun meminta maaf apabila aku ada salah dan memberikan ketelanya kepada lini.

“Lin aku minta maaf ya kalau ada salah ” kataku kepada lini
” iya…sebenere sih gak ada salah kamu, cuman aku lagi gak mood aja ” jawab lini
“aku juga minta maaf banget karena membuat kalian salah paham” sahut lini lagi
“Iya gak papa kok Lin” jawabku dan juga jawab Valen.

Akhirnya kita semua kembali damai dan bermain bersama lagi. Aku, Valen, dan Lini pergi bersama ke kantin. Kita bertiga pun membeli makanan favorit kita yakni, mie pangsit di kantinnya mbak Messi.

” tring…tring..” bunyi bel menunjukan waktunya belajar kembali. Aku dan Lini pun langsung terburu-buru menghabiskan mie pangsit yang ada di meja. Sedangan Valen masih dengan sangat tenang menghabiskan.

Setelah aku dan Lini menghabiskan mie pangsit, kita berdua pun berlari menuju kelas tanpa menghiraukan Valen yang belum habis menikmati mie pangsitnya.

” untung saja gurunya belum masuk ” kata Lini
” iya nih untung banget..apalagi sekarang waktunya bahasa inggris, jika kita gak cepat pasti udah kena hukum nih..” jawabku

Tiba tiba Valen ada di belakang kita, sambil berkata
” dasar teman laknat…bisa bisanya aku di tinggal duluan “
” salahnya sendiri kamu lama, malah kamu lama lamain makannya ” jawabku
” sudah sudah ayo masuk ” sahut Lini.

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14.20. Itu tandanya jam pembelajaran sudah berakhir. Seperti biasa sebelum pulang berdoa bersama dan mengantri salim kepada ibu guru.

Aku, Valen dan lini pun saling berpamitan, seperti biasa kalau cewek pastinya heboh ya… jadi saling berpelukan dan dada-dadaan juga.
” dada Lin.. ” kataku
” hati hati jalannya Lin ” ucap Valen
” Iyaa aku bakal aman kok saat di jalan ” jawab Lini.

S.A.F Bunga Cinta Pratiwi
Siswi SMAN 1 Kota Batu
Editor: Deni Iska Dian Nita

Back To Top