Sebong
Tiga belas anggota bergandengan tangan berdiri dalam lingkaran besar
Kami berjanji akan bersama selamanya
Suatu hari nanti kami akan lahir kembali
Dengan wujud yang berbeda, status yang jelas, kepribadian yang kuat
Mungkin juga bisa menuju tempat di mana cahaya tidak begitu terang
Jika hati kami dipenuhi ungkapan kekaguman
Binar mata akan tampak keemasan
Walau debu-debu jalanan menggerakkan pandangan berbayang
Lihatlah tanda-tanda kebahagiaan dalam gulungan koran bekas
Menengok ke belakang untuk menghargai waktu yang sudah lewat dari masa kelam
Ketapang, 10 September 2025
Realitas Dalam Kata
Berkeliaran tanpa tujuan
Bebas dari ruang dan waktu
Memegang rahasia yang terkesan salah
Tetapi tetap disiarkan
Menerjemahkan arti sebuah kata
Menciptakan kalimat fakta yang ditulis berdasarkan kenyataan
Ketapang, 10 September 2025
Konfrontasi Sangkala
Topeng kepala kuda menunjukkan karya besar bersama lawan tiga suara
Meja bundar menyisipkan paragraf tambahan ke dalam artikel singkat
Jam pasir menghitung waktu yang telah berlalu
Sembari menyantap hidangan khas sawala
Seketika lemparan cakram mendarat dengan selamat
Menghalau mundur pasukan-pasukan bersenjata yang berbaris rapi di halaman taman buatan
Paparan gas air mata memicu lonjakan ketegangan
Berdesak-desakan dalam ruang yang terbatas
Napas memburu tatkala udara panas menyengat
Jendela berdebu mengumpulkan butiran-butiran padat yang mengotori harta benda
Ketapang, 10 Mei 2025
Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi, 28 Februari 2004. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Beberapa puisinya termuat di berbagai platform media online dan buku antologi. IG: amll_fxyy Email:amandaamaliaap36@gmail.com

