Aku, yang Tidak Pernah Bersandar
Aku mendengarkan. Seperti biasa. Selama satu setengah jam, aku mendengar tangisannya, kemarahannya, kecewaannya. Aku memberi saran yang sama seperti tiga bulan lalu ketika mereka putus—sebelum akhirnya balikan lagi. Aku bahkan melucu agar dia tertawa sebentar.

