“NGOPAG”: Indonesia Emas
Di sebuah warung kopi kecil dekat kampus, tiga mahasiswa duduk menghadap tiga cangkir kopi yang masih mengepul. Mereka menyebut pertemuan itu NGOPAG—Ngopi Pagi.
Di sebuah warung kopi kecil dekat kampus, tiga mahasiswa duduk menghadap tiga cangkir kopi yang masih mengepul. Mereka menyebut pertemuan itu NGOPAG—Ngopi Pagi.
Dalam konteks ini, sistem meritokrasi malah semakin memperlebar ketidakadilan. Mahasiswa yang berasal dari keluarga marjinal semakin tertinggal, bukan karena mereka tidak mau improve, melainkan memang sejak awal sistem meritokrasi cenderung mendukung kaum urban yang mempunyai modal. Dengan demikian, perguruan tinggi bukan lingkungan yang netral, akan tetapi sebagai tempat untuk mereproduksi ketimpangan, baik secara ekonomi maupun sosial.
“Ayo dibeli, dibeli! Kesedihan satu ikat dua ribu! Kalau kamu sangat membutuhkannya, akan kuberi cuma-cuma! Jangan takut kehabisan stok, jika habis akan kubuat lagi dengan mudah!” seru Atin lantang kepada siapa pun yang lewat.
Program KPI Mengabdi tahun ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat melalui aksi sosial yang berdampak
Pernahkah kalian berpikir bahwa kuliah itu merupakan sebuah privilege (keistimewaan) yang tidak dimiliki semua orang? Kalau iya, berarti saat ini kita sedang memikirkan hal yang sama.