Sekolah adalah masa di mana kita mulai mempelajari dan menapaki segala ruang kehidupan. Segala proses yang telah dilalui di sekolah, terkadang sangat asik untuk membincangkannya kembali.
Dimulai dari taman kanak-kanak, masa yang dipenuhi dengan permainan dan tawa. Saat itu, kita baru belajar membangun pertemanan dengan orang lain, menghabiskan uang jajan hanya untuk membeli mainan. Masa yang menggemaskan jika diingat kembali.
Berlanjut ke masa sekolah dasar, kita mulai diperkenalkan dengan arti tanggung jawab. Memang bukan tanggung jawab besar, tetapi cukup untuk mengajarkan kita bertanggung jawab atas diri sendiri.
Masa ini berlangsung cukup lama, dan banyak hal terjadi. Kita mulai mengenal arti pertemanan, mengalami pertengkaran kecil, dan merasakan antusiasme terhadap hal-hal baru. Bahkan, seringkali kita bertengkar dengan teman hanya karena masalah sepele. Masa ini secara tidak langsung mengajarkan kita untuk lebih selektif dalam memilih teman.
Lalu datang masa SMP, masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Masa di mana kita mulai labil dan bingung dengan diri sendiri. Di sinilah kita mulai mengenal rasa suka terhadap lawan jenis. Namun, lebih dari itu, kita juga mulai menemukan teman sejati—teman yang menerima kita apa adanya, yang menjadi seperti keluarga, yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.
Bagi saya, masa SMP adalah masa paling berarti dalam hidup, bukan karena saya menyukai seseorang, melainkan karena saya menemukan sahabat sejati yang tulus.
Kemudian berlanjut ke masa SMK, masa di mana saya harus memulai lembaran baru. Bukan lagi sekadar dunia sekolah yang penuh materi pelajaran, tetapi dunia yang mulai mempersiapkan saya menghadapi dunia kerja.
Masa ini cukup menantang, memaksa saya keluar dari zona nyaman. Saya belajar bahwa manusia hanya bisa merencanakan, namun hasilnya tetap Tuhan yang menentukan. Masa ini membuat saya mulai memikirkan masa depan dengan lebih serius.
Meskipun belum selesai, saya sudah menemukan banyak pelajaran baru di masa ini. Salah satunya adalah belajar untuk ikhlas saat hasil yang didapat tidak sesuai dengan rencana.
Dea Sintia Bela
Redaksi setitik.id

