Stadion Santiago bernabeu menggema dengan sorakan ribuan suporter. Malam itu, laga persahabatan antara Spanyol vs Portugal bukan sekadar pertandingan biasa, itu adalah laga emosional, mungkin terakhir bagi Cristiano Ronaldo, dan awal dari era emas Lamine Yamal.
Dari ruang ganti, Lamine duduk diam. Matanya tajam menatap sepatunya. Dalam benaknya, ada satu pikiran: “Inilah saatnya membuktikan siapa aku.”
Di sisi lain lorong, Ronaldo mengikat tali sepatunya dengan rapi. Usianya tak lagi muda, tapi sorot matanya belum padam. Ia tahu, semua orang akan memperhatikan apakah legenda itu masih bisa bersinar, atau harus memberikan panggung kepada sang bocah ajaib dari Barcelona.
Babak Pertama
Laga dimulai cepat. Yamal bermain penuh percaya diri, menyisir sisi kanan, menari melewati pemain Portugal. Dia berlari menggocek back pertahanan Portugal. Asis yang diberikan gagal di eksekusi, namun selang beberapa waktu penyerangan terjadi kembali dan gol didapatkan pemain spanyol, kedudukan 1-0.
Tapi tak selang lama dari gol tersebut, Portugal mengancam pertahanan spanyol dan gol pun tak dapat terhindar, meski awalnya sang Ronaldo hampir terjebak offside, namun setelah di cek VAR gol tersebut bersih.
Tempo pertandingan kemudian sedikit menurun dan seimbang antara kedua kesebelasan. Duel menjadi lebih ketat. Bola banyak bergulir di tengah lapangan. Menjadikan pertandingan semakin sengit dan memanas.
Di menit-menit akhir babak pertama Portugal pun kecolongan bola dan gol tercipta dari kaki Oyarzabal dan kedudukan dipimpin oleh Spanyol sebagai penutup babak pertama yang manis bagi mereka.
Babak Kedua
Pada babak penentu ini Portugal pun bermain agresif, banyak bentuk penyerangan yang terjadi pada para pemain Spanyol. Hampir saja kedudukan menjadi imbang, namun dalam prosesnya Fernandes terjebak dalam posisi offside.
Serangan Portugal dari sisi kiri sukses menembus pertahanan Spanyol. Nuno Mendes melakukan penetrasi dan melepas umpan ke dalam kotak penalti. Bola itu sempat diblok pertahanan La Furia Roja tapi malah melambung ke tiang jauh dan disambut tembakan kaki kanan Cristiano Ronaldo dari jarak dekat. 2-2!
Yamal semakin kebingungan dengan bapak-bapak legenda satu ini yang masih memiliki fisik dan semangat yang setara dengan usianya.
Kedua tim kemudian sama-sama melakukan pergantian pemain dan strategi. Namun Portugal masih sedikit mendominasi jalannya laga.
Babak ini pun berakhir dengan kedudukan seri, dan karena ini final laga maka akan dilanjutkan dengan extra time.
Pada kedua extra time kedua belah pihak saling menggempur dan mengeluarkan segala skill yang ada, namun masih saja score seimbang di akhir babab. 2-2
Akhirnya adu penalti pun dilanjutkan. Di babak adu penalti, tiga eksekutor pertama dari kedua tim sama-sama mencetak gol. Eksekutor keempat Portugal adalah Nuno Mendes dan ia bisa melakukan tugasnya dengan baik. Tibalah waktunya Alvaro Morata mengambil tendangan penalti. Dan sangat disayangkan bola berhasil digagalkan.
Stadion semakin memanas kedudukan mulai memihak pada Portugal dengan score 4-3, kemudian Ruban Naves sukses mencetak gol sebagai eksekutor kelima Portugal. Spanyol pun kalah dengan skor 5-3 di final UEFA Nations League 2025 ini. Dengan adu Penalti.
Penulis: Moh. Ilham Habibi, Mahasiswa Ilmu hadis UIN Satu Tulungagung.

