BATU – Tak semua perjuangan atlet dan pelatih di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX berbalut kemewahan dan fasilitas lengkap. Di balik semangat kompetisi, tersimpan kisah inspiratif dari seorang guru bernama Evi Sulistyaningsih, S.Pd., guru olahraga dari SMAN Rambipuji, Kabupaten Jember, yang rela menempuh jarak ratusan kilometer demi mendampingi siswa-siswinya berlaga di cabang olahraga Gateball.
Dengan sepeda motor pribadi, Evi memulai perjalanannya dari Jember menuju Kota Batu. Bukan tanpa alasan, kendaraan yang terbatas membuat dirinya harus mengambil keputusan untuk mengendarai motor sendiri, hanya demi memastikan para atlet muda yang ia bina bisa mendapatkan pendampingan dan motivasi langsung dari sang pelatih.
“Anak-anak harus tetap didampingi. Mereka butuh dukungan, apalagi di tengah keterbatasan seperti ini,” ujar Evi dengan senyum, di sela-sela pertandingan.
Kontingen Gateball Kabupaten Jember sendiri harus berjuang dalam segala keterbatasan. Minimnya anggaran membuat mereka harus menyewa sebuah villa sederhana berisi dua kamar untuk ditinggali 10 orang. Mereka bahkan membawa bahan makanan dari rumah – mulai dari beras, sambal, kering tempe, telur hingga mie instan – dan memasak sendiri untuk kebutuhan sehari-hari selama Porprov berlangsung.
Namun, keterbatasan tidak menyurutkan semangat. Justru dari situ muncul cerita-cerita kecil yang menggugah hati. Salah satu atlet Gateball lupa membawa sepatu, sementara yang lain justru sepatunya rusak di tengah pertandingan. Tanpa pikir panjang, Evi pun langsung membelikan sepatu baru untuk mereka.
“Namanya juga anak-anak, pasti ada saja yang terlupa. Yang penting mereka tetap bisa bertanding dengan maksimal,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, tim Gateball Jember menunjukkan performa membanggakan. Tim double campuran dan double putra berhasil melaju ke babak selanjutnya, membuka peluang untuk membawa pulang medali bagi Kabupaten Jember.
Lebih dari sekadar prestasi, semangat Evi Sulistyaningsih mencerminkan dedikasi sejati seorang pendidik. Ia tidak hanya melatih fisik anak-anak, tapi juga mengajarkan nilai perjuangan, kebersamaan, dan pengorbanan.
“Yang kami lakukan ini demi masa depan olahraga Jatim dan Indonesia. Siapa tahu, dari mereka akan lahir atlet-atlet nasional. Selain itu, kami juga ingin menyukseskan Porprov Jatim IX ini, meski dengan segala keterbatasan,” tutup Evi.
Cerita Evi bukan hanya inspirasi, tapi juga pengingat bahwa semangat, tekad, dan ketulusan adalah modal terbesar dalam membina generasi muda, lebih dari sekadar anggaran atau fasilitas.

