Kota Batu – Suasana haru dan hangat menyelimuti acara pelepasan siswa SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu yang digelar di Balai Dusun Tuyomerto, Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Dengan mengusung tema “A Journey to Remember” dan konsep monokrom, acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan biasa, tetapi juga menjadi ruang penuh makna bagi para siswa untuk mengenang perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
Acara yang dikemas secara sederhana ini dihadiri oleh para siswa kelas akhir, guru, orang tua, serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi seremonial, sambutan kepala sekolah, hingga persembahan dari para siswa. Namun, yang membuat acara ini berbeda dan istimewa adalah momen peluncuran buku karya siswa yang tergabung dalam komunitas jurnalistik sekolah.

Buku yang diluncurkan merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis sendiri oleh para siswa. Isinya menggambarkan sisi lain dari kehidupan sekolah yang seringkali luput dari perhatian. Cerita-cerita ini tidak melulu soal pelajaran, nilai, atau kegiatan akademis, tetapi lebih tentang kenangan manis yang terjadi di luar kelas—seperti kehebohan di kantin, persahabatan yang tumbuh di sela-sela waktu istirahat, hingga kisah cinta monyet yang menggelitik.
“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar matematika atau IPA, tapi juga tempat di mana banyak cerita bermula. Kami ingin kenangan itu tidak hilang begitu saja, maka kami menuliskannya,” ungkap salah satu siswa penulis buku.
Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa dalam menuangkan pengalaman mereka dalam bentuk karya tulis. Selain menjadi dokumentasi perjalanan mereka, buku ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi adik-adik kelas dan pengingat bahwa setiap momen di sekolah memiliki nilai yang tak ternilai.
Dengan peluncuran buku ini, pelepasan siswa tahun ini menjadi lebih berkesan. Tidak hanya diwarnai tangis haru perpisahan, tetapi juga tawa dan kebanggaan karena telah meninggalkan jejak berupa karya nyata.
“Ini bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari babak baru. Dan semoga buku ini bisa menjadi jembatan kenangan yang abadi,” ujar Yayuk Sariyastutik selaku Kepala SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu dalam sambutannya.
Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama dalam nuansa monokrom yang elegan, menandai akhir yang manis dari sebuah perjalanan yang tak terlupakan.

