Menulis adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan dan cocok dijadikan hobi. Meskipun pada awalnya banyak halangan yang harus dihadapi, mulai dari rasa malas, mencari tata bahasa yang tepat, mengatur tanda baca, membedakan kata “di” sebagai kata depan dan imbuhan, hingga kesalahan ketik yang menyebalkan. Belum lagi ketika mood sedang naik turun, isi tulisan bisa terasa absurd, kalimat pertama mengarah ke barat, sementara kalimat kedua justru ke timur.
Pada awalnya, saya bukan orang yang menyukai kegiatan menulis, mengarang, maupun bercerita, bahkan sejak berada di bangku sekolah dasar. Ketika guru memberi tugas mengarang cerita, saya hampir selalu menuliskan kisah yang sama berulang kali.
Saya masih ingat cerita yang sering saya tulis, yaitu tentang kunjungan ke rumah nenek. Jika saat ini saya membuka kembali buku-buku sekolah dasar, mungkin ada lebih dari dua puluh cerita dengan topik tersebut. Hampir setiap awal kalimat menggunakan kata saya, aku, lalu, kemudian, dan selanjutnya. Sangat tidak kreatif, bukan? Padahal ada banyak pilihan kata lain yang bisa digunakan, tetapi saya justru mengulang kata-kata itu terus-menerus.
Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai menemukan banyak karya yang bagus serta bertemu dengan guru dan teman-teman yang berada dalam dunia kepenulisan. Kini saya justru menyukai dunia menulis. Kegiatan menulis telah saya jadikan sebagai ruang untuk mengingat kembali peristiwa yang pernah terlewati, meskipun yang saya tulis sering kali berupa hal-hal random.
Saya menyadari bahwa ada begitu banyak kata dengan makna indah dalam sebuah karya. Banyak kata-kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, terdapat banyak cerita unik yang lahir dari proses penulisan sebuah karya; bukan sesuatu yang muncul secara tiba-tiba dan langsung jadi. Setiap kata di dalamnya menyimpan makna mendalam bagi penulisnya.
Dari dunia penulisan, akhirnya saya belajar bersabar menata setiap kata yang muncul di kepala agar menjadi kalimat yang indah. Selain itu saya juga mencari makna setiap kata yang saya ketik. Tujuan saya sederhana yaitu sebagai usaha agar tulisan dapat dicerna dengan mudah oleh pembaca.
Akhir dari tulisan ini, ijinkan saya menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang telah mengenalkan saya pada dunia kepenulisan, terutama Pak Eri dan Bu Deni yang memperkenalkan saya pada dunia jurnalistik.
Dea Sintia Bela, Redaksi Setitik.id

