Museum Tubuh: Dari Wisata Hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Spread the love

Museum Tubuh yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan pengalaman wisata berbeda dengan konsep edukasi interaktif. Pengunjung tidak hanya diajak untuk berwisata, tetapi juga memperoleh pengetahuan mendalam mengenai anatomi tubuh manusia melalui berbagai wahana yang tersedia. Dengan pendekatan yang unik, museum ini menjadi salah satu destinasi favorit keluarga dan pelajar.

Terdapat total 18 wahana zona interaktif yang dapat dieksplorasi pengunjung. Di antaranya adalah Zona Gigi, Zona Hati, Zona Telinga, Zona Pencernaan, Zona Hidung, Zona Ginjal, Zona Otak, Zona Pandemi, hingga Zona Cadaver. Setiap zona menampilkan organ-organ tubuh manusia dalam bentuk replika yang diperbesar hingga 1000 kali lipat, sehingga detail terkecil pun bisa dipelajari dengan jelas. Zona Interaktif itu yang kemudian mengantarkan Museum Tubuh mendapat penghargaan dari MURI sebagai museum dengan replika organ tubuh terbesar di Indonesia pada Januari 2025 yang lalu.

Keunikan utama Museum Tubuh terletak pada konsepnya yang berbeda dari wahana lain di kawasan Jatim Park. Jika destinasi lain lebih banyak mengutamakan permainan, Museum Tubuh justru memadukan unsur hiburan dengan edukasi kesehatan. Setiap pengunjung juga didampingi oleh pemandu (guide) di setiap zona, sehingga mereka bisa bertanya dan berdiskusi mengenai fungsi organ tubuh yang ditampilkan.

Bagi pelajar, Museum Tubuh menjadi sarana pembelajaran tambahan yang sesuai dengan kurikulum sekolah. Pihak pengelola bahkan menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berdasarkan jenjang pendidikan, sehingga kunjungan ini bisa dimanfaatkan sebagai kegiatan belajar di luar kelas yang praktis dan aplikatif. Tidak heran jika museum ini sering menjadi tujuan study tour dari berbagai sekolah di dalam maupun luar kota.

Selain menyuguhkan edukasi visual, Museum Tubuh juga dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Beberapa di antaranya meliputi pemeriksaan mata, analisa rambut dengan Hair Analyzer, pemeriksaan telinga menggunakan Digital Otoscope, serta pengecekan golongan darah. Tidak hanya itu, tersedia juga pemeriksaan gula darah, asam urat, lemak tubuh, hingga kondisi tulang atau osteoporosis.

Rombongan sekolah juga dapat mendapatkan fasilitas pemeriksaan antropometri dan status gizi di museum tubuh. Hasil pemeriksaan nantinya dapat digunakan sebagai feedback kepada orangtua wali murid masing-masing. Adanya program pemeriksaan antropometri bagi rombongan sekolah dihadirkan oleh pengelola dengan harapan agar sekolah tidak lagi kesulitan mengundang tenaga medis /instansi khusus untuk melakukan pemeriksaan di sekolah masing-masing.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Museum Tubuh menawarkan lebih dari sekadar wisata edukasi. Pengunjung bisa membawa pulang pengalaman berharga berupa pengetahuan kesehatan sekaligus hasil pemeriksaan medis sederhana. Kehadiran destinasi ini membuktikan bahwa belajar mengenai tubuh manusia bisa dikemas secara menarik, interaktif, dan bermanfaat bagi semua kalangan

Back To Top