Ketika Ledakan Itu Kalian Tutup dengan Satu Kata: Sabar
Ah, betapa mudahnya mereka melafalkan kata itu, seolah sabar bisa menjahit luka yang sudah bernanah. Mereka pikir amarah ini lahir tiba-tiba, seperti petasan yang menyala karena iseng. Padahal ini letusan dari ratusan hari menahan diri, ribuan luka yang dikubur diam-diam, dan sejuta kali menelan kecewa tanpa suara.

