Tak Terduga : Kumpulan Puisi Luthfiyah Az Zahra’ Qurrata A’yun
Langkah berlalu melampaui batas
Badan terhuyung mengitari rasa
Mengusung unjuk demokrasi nyata
Yang mengapung dalam retorika
Langkah berlalu melampaui batas
Badan terhuyung mengitari rasa
Mengusung unjuk demokrasi nyata
Yang mengapung dalam retorika
Bangku kosong di sebelahku bukan lagi sekadar bangku. Ia menjadi nisan sunyi dari sebuah pertemanan yang tak sempat tumbuh sempurna. Dan aku… kembali menjadi bayangan dari kesalahan yang tak pernah bisa kuhapus.
Pada Masa Sekarang Maraknya Digitalisasi Semua Orang menggunakan Digital, Muncul Sebuah Sistem Yaitu Zakat Online, Banyak Yang Di Pertanyakan Salah Satunnya Apakah Zakat Online Itu Sah Dan Dapat Dipercaya?
Sebab peduli tak selalu berarti menyelamatkan,
kadang justru berarti membiarkan diri pulih dari luka yang diciptakan oleh kebaikan.
Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya, tetapi rasa malas itu datang begitu saja, tanpa permisi. Seolah semua hal di sekitar saya tidak penting, tidak mendesak untuk diselesaikan. Pertanyaan seperti “untuk apa semua ini?” atau “apa gunanya saya melakukan hal-hal ini?” tiba-tiba sering muncul di kepala tanpa menemukan jawaban.
Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMPN Satu Atap Pesanggrahan 2 Batu tahun ini. Jika biasanya peringatan dilakukan dengan upacara bendera dan kegiatan formal, kali ini sekolah memilih cara yang lebih kreatif dan inspiratif. Para siswa datang ke sekolah mengenakan pakaian sesuai cita-cita mereka — mulai dari seragam guru, tentara, dokter, petani, peternak, hingga kostum penari.
Aku mendengarkan. Seperti biasa. Selama satu setengah jam, aku mendengar tangisannya, kemarahannya, kecewaannya. Aku memberi saran yang sama seperti tiga bulan lalu ketika mereka putus—sebelum akhirnya balikan lagi. Aku bahkan melucu agar dia tertawa sebentar.
Kegiatan LDKS tahun ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepemimpinan, memperkuat rasa tanggung jawab, serta menanamkan nilai kekompakan di kalangan siswa. Dengan bekal pengalaman ini, OSIS SMPN 13 Malang diharapkan mampu menjadi contoh dan inspirasi bagi seluruh warga sekolah.
Ah, betapa mudahnya mereka melafalkan kata itu, seolah sabar bisa menjahit luka yang sudah bernanah. Mereka pikir amarah ini lahir tiba-tiba, seperti petasan yang menyala karena iseng. Padahal ini letusan dari ratusan hari menahan diri, ribuan luka yang dikubur diam-diam, dan sejuta kali menelan kecewa tanpa suara.
Bayangkan jika Tuhan ada dua, atau bahkan lebih. Kelihatannya menarik, lebih seru, dan asik. Bisa bagi jobdesk antar Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lain, pekerjaan akan menjadi lebih ringan. Apalagi mengatur seluruh isi dunia, alam semesta.