Ketika Notifikasi Tagihan Mengalahkan Indahnya Bulan Ramadan

Spread the love

Bulan Ramadan hadir membawa rahmat dan ampunan, mengetuk pintu hati dengan kelembutan dan harapan. Namun ironisnya, tak sedikit orang yang justru menyambut kedatangannya dengan dada yang sesak, pikiran gusar, dan hati yang masih dipenuhi beban dunia.

Sahur sambil mikir cicilan. Sholat tarawih tapi pikiran lari ke tagihan. Tangan menadah doa, tapi hati gemetar karena hutang belum lunas.

Banyak orang hari ini ingin khusyuk ibadah… tapi dihantui pesan masuk: “Pak/Bu, kapan pembayarannya? Ini sudah akhir bulan”

Setiap mendapat notifikasi tersebut rasanya seperti menekan dada. Sebenarnya dalam hati ingin menjawab pesan tersebut dengan: “ini cuma akhir bulan, bukan akhir dari segalanya,” namun jemari ini tak mampu untuk menekan tombol kirim.

Notifikasi ini seharusnya disambut layaknya kita mendengarkan adzan. Sebuah peringatan untuk melaksanakan kewajiban. Kamu seharusnya tenang, tapi mengapa gelisah?

Dengarkan ini baik-baik.

Hutang bukan tanda Allah meninggalkanmu.
Kesulitan bukan bukti Allah membencimu.

Justru di saat seperti inilah Allah sedang memanggilmu lebih dekat.

Putus asa itu bisikan yang melemahkan.
Sedangkan Ramadan adalah undangan untuk bangkit.

Kalau selama ini kamu sibuk mencari solusi ke manusia, maka Ramadan mengajarkan untuk memperbaiki jalur langitmu terlebih dahulu.

Mungkin hutang belum lunas, tapi dosa bisa Allah lunaskan.

Mungkin tagihan masih menumpuk, tapi Rahmat Allah lebih luas dari seluruh bebanmu.

Jangan biarkan hutang merampas Ramadanmu. Jangan biarkan rasa malu membuatmu jauh dari sujud.

Menangislah di hadapan Allah.

Akui lemahmu, akui salahmu.

Mintalah jalan keluar, yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan.

Karena sering kali, yang membuat kita hancur bukan hutangnya, melainkan hilangnya harapan dan semangat.

Ketika orang yang masih mau sujud, berdoa, dan berharap amak itu bukanlah orang yang kalah. Itu orang yang sedang Allah siapkan untuk bangkit.

Ramadan ini mungkin belum membuat dompetmu penuh. Tapi jangan sampai ia lewat tanpa membuat hatimu kuat.

Yakinlah…
Rezeki bisa terlambat, pertolongan bisa tertunda, tapi janji Allah tidak pernah dusta.

Jangan putus asa. Karena bisa jadi, malam ini doa yang kamu panjatkan dalam sujud adalah awal dari lunasnya semua beban hidupmu. Aamiin

Alfian Fauzi

Sekretaris Majelis Daerah KAHMI Kota Batu dan Ketua AMPG Kota Batu

Back To Top