Perspektif Cinta dan Seblak yang Salah Alamat

Spread the love

Di sebuah warung penjual seblak dan berbagai macam makanan kekinian, saya bersama kedua teman saya berbincang asik sembari menunggu pesanan kami datang.

Pada awalnya pembicaraan kami hanya seputar kegiatan sekolah saja. Namun semakin lama perbincangan kami merembet ke arah gosip, masa depan, dan berbagai perbincangan absurd lainnya.

Entah dapat bisikan dari mana, tiba-tiba saja kedua teman saya bertanya perspektif saya mengenai cowok yang sedang dekat dengan mereka. Perspektif memang diperlukan untuk menjalin sebuah hubungan, baik pertemanan ataupun asmara.

Tapi, apa gunanya pandangan saya terhadap cowok yang sedang dekat dengan kalian? Bukannya yang menjalin hubungan kalian? kenapa harus bertanya kepada saya? Pertanyaan – pertanyaan itu muncul begitu saja di alam pikiran saya.

Bertanya pandangan saya terhadap seseorang yang bahkan saya tidak tahu dia ada di dunia ini, bagi saya itu merupakan kekonyolan “kelas wahid”. Apalagi hanya menunjukkan sebuah foto dan bertanya pandangan saya terhadap dia. Pasti ada dua kemungkinan, pertama sengaja “pamer” dan yang kedua saya dianggap “peramal”.

Paling tidak saya pernah bertemu sekali atau dua kali lah, baru minta pandangan saya terhadap dia. Minimal saya bisa memberikan pendapat dari salah satu sudut pandang secara objektif, holistik, transparan, akuntabel, dan apalah istilah keren lain yang tepat.

Jujur ketika ada pembicaraan itu membuat saya kesal. Setelah kekesalan saya terluapkan, salah seorang teman berkata bahwa “Kita perlu seseorang yang waras akan hal percintaan, karena perspektif mereka lebih logis”.

Dengan kekesalan yang kembali memuncak saya menjawabnya “Kalian bertanya pada orang yang salah, saya belum belajar ilmu peramal, apalagi menjadi seorang pakar cinta”.

Agar kekesalan saya tidak meledak lagi, saya menghampiri penjual dan bertanya pesanan kami yang tak kunjung datang. Penjual menjawab pesanan kami sudah selesai beberapa menit yang lalu, tapi kenapa belum diantar ke meja kami? Ternyata pesanan kami dibungkus untuk dibawa pulang.

Batu, 4 Juli 2025
Dea Sintia Bela
Redaksi setitik.id

Back To Top