Masih Adakah Pancasila di Hati

Setiap kali kalender memasuki bulan Juni atau Oktober, ruang disekitar kita mendadak riuh oleh gema Pancasila. Spanduk-spanduk mulai dibentangkan, upacara bendera digelar dengan khidmat, dan ucapan selamat bertema Ketangguhan ideologi ataupun imunitas ideologi memenuhi linimasa media sosial. Namun, di balik serangkaian dan rutinitas tahunan tersebut, ada satu pertanyaan mendasar yang terus mengusik benak saya sebagai seorang guru Pendidikan Pancasila yang setiap hari berdiri di depan kelas. Di tengah serbuan budaya pop global, tren viral yang berganti setiap detik, serta gaya hidup serba instan, rasanya wajar jika timbul kekhawatiran: apakah nilai-nilai luhur yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini masih meresap dalam jiwa mereka? Atau jangan-jangan, Pancasila hanyalah sekadar lima bait kalimat hafalan yang wajib diucapkan saat upacara hari Senin, lalu dilupakan begitu saja ketika bel pulang sekolah berbunyi… masih adakah Pancasila di dalam hati kita?

Read More
Film Horor Komedi di Indonesia

Meningkatnya Fenomena Film Horor Komedi di Indonesia: Peluang dan Tantangan

Fenomena film horor komedi di Indonesia membuka banyak peluang bagi industri perfilman Tanah Air untuk berkembang dan berinovasi. Dengan memadukan ketegangan horor dan humor yang menyegarkan, film-film seperti Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung membuktikan bahwa genre ini bisa menjadi pilihan menarik bagi penonton yang mencari hiburan segar dan ringan, sekaligus memberi ruang bagi pembuat film untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia.

Read More
Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo

Santri, Sekolah, dan Sumbangsih: Bangun Pondok atau Bangun Ilmu?

Di tengah semangat membangun gedung, jangan sampai lupa bahwa inti dari pesantren adalah pendidikan. Santri bukan buruh bangunan, mereka adalah generasi penerus yang seharusnya difasilitasi untuk tumbuh dan belajar sebaik mungkin. Membangun pondok itu penting, tapi yang lebih penting adalah membangun kualitas santri. Karena pada akhirnya, bukan gedung megah yang membuat pesantren harum, melainkan santri-santri yang cerdas, kritis, dan berakhlak baik.

Read More
kirim opini di media massa terbaik

Lari: Dari Aktivitas Sehat Menjadi Ajang Gengsi Sosial

Namun, bersamaan dengan itu, budaya berlari kemudian menciptakan lapisan kelas sosial. Masyarakat yang awalnya menganggap lari sebagai olahraga sederhana, dengan adanya Running Culture ini menimbulkan kecemasan jika tak memakai printilan bermerek. Sepatu berharga jutaan, pakaian dengan warna mencolok, jam tangan pintar, serta berbagai aksesoris lainnya merupakan bukti nyata bahwa lari telah menjadi kenaikan pangkat sosial.

Read More
Apakah Stimulus Sebesar Rp 16,23 Triliun Salah Satu Cara Terbaik untuk Memulai Pemulihan Ekonomi?

Apakah Stimulus Sebesar Rp 16,23 Triliun Salah Satu Cara Terbaik untuk Memulai Pemulihan Ekonomi?

Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan meluncurkan paket stimulus senilai Rp 16,23 triliun (sekitar US$989 juta) saat ekonomi mulai melambat di pertengahan hingga akhir tahun 2025.  Tujuannya adalah untuk mempertahankan kecepatan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mengurangi dampak dari faktor luar seperti inflasi global dan penurunan permintaan domestik

Read More
Back To Top