Pesantren, AI, dan Tantangan Konseling Islami
Harapan dari Ngaji Teknologi adalah lahirnya pesantren inklusif—pesantren yang tidak menutup diri dari kemajuan, tetapi juga tidak larut dalam euforia digital
Harapan dari Ngaji Teknologi adalah lahirnya pesantren inklusif—pesantren yang tidak menutup diri dari kemajuan, tetapi juga tidak larut dalam euforia digital
Tujuan diskusi bukanlah untuk menang, tetapi untuk saling belajar dan menemukan kebenaran bersama, ketika fokus pada “menang”, kita cenderung defensif, keras kepala, dan menutup diri dari sudut pandang lain. ini membuat diskusi menjadi perdebatan yang tidak produktif, bahkan bisa merusak hubungan.
Dalam konteks ini, sistem meritokrasi malah semakin memperlebar ketidakadilan. Mahasiswa yang berasal dari keluarga marjinal semakin tertinggal, bukan karena mereka tidak mau improve, melainkan memang sejak awal sistem meritokrasi cenderung mendukung kaum urban yang mempunyai modal. Dengan demikian, perguruan tinggi bukan lingkungan yang netral, akan tetapi sebagai tempat untuk mereproduksi ketimpangan, baik secara ekonomi maupun sosial.
Acara ini mengusung tema “Berpikir Idealis Beraksi Kritis”. Tema ditetapkan untuk mendukung orientasi yang ingin dicapai yakni kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, menjalin persaudaraan, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dalam bingkai keilmuan
Meski jauh dari keluarga dan hidup dalam keterbatasan, saya selalu membawa Desa Lawak dalam hati. Suara jangkrik malam dan aroma tanah basah di musim hujan selalu saya rindukan. Saya tahu bahwa jalan hidup masih panjang. Tapi saya percaya, setiap langkah yang saya ambil, sekecil apapun itu, adalah bagian dari rencana besar Tuhan.
Sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Jawa, khususnya tentang bulan Suro yang sebentar lagi akan kita masuki. Istilah bulan Suro sendiri berasal dari sebutan orang Jawa, sedangkan dalam Islam bulan Suro disebut dengan bulan Muharam.
Media sosial juga menciptakan berbagai tren yang membuat penggunanya betah berlama-lama menatap layar. Tak jarang, banyak orang menggunakan media sosial karena takut ketinggalan informasi atau FOMO (fear of missing out).