Spread the love

Namaku Zaira Nazwa, biasa dipanggil Ara. Kebanyakan orang mengatakan bahwa aku cantik. Meskipun sebenarnya aku merasa tidak cantik. Tidak seperti yang dikatakan orang, terkadang aku merasa insecure dengan diriku. Aku merasa kalah cantik dengan teman-teman seusia ku. Sebenarnya aku adalah tipe cewek yang cuek dan lebih senang bermain-main dengan teman-teman cewek seusiaku.

Tapi ketika ada cowok yang mendekati sampai menyatakan perasaannya padaku, disitulah aku mulai rajin bercermin. Berawal dari situlah aku menjadi anak yang agak selfish.

Aku mengenal cowok bernama Nata. Waktu itu adalah pertama kalinya aku didekati seorang cowok. Kebetulan dia berbeda sekolah denganku. Meskipun demikian, aku mengenalnya dengan sangat baik. Dia adalah anak yang cerdas, rajin dan baik hati. Tapi ada satu sifat yang membuatku kagum padanya, yaitu perhatian dan pikirannya sangat dewasa.

Perkenalan kita dimulai dari sebuah kebetulan. Aku bertemu Nata di sekolah, saat dia melatih pencak silat.

“Siapa nama mu?” Tanya Nata
“Namaku Zaira Nazwa, biasanya dipanggil Ara”, jawabku dengan sedikit agak grogi
“Kalau kamu siapa?” Tanyaku lagi
“Kalau aku Nata” ucap Nata sambil tersenyum.

Aku cuma tersenyum dan menganggukkan kepala. Setelah pulang dari latihan pencak silat, aku mencari-cari media sosialnya Nata dan akhirnya ketemu juga. Kita saling follback-follback an media sosial, tapi tidak pernah berkomunikasi. Dan aku masih belum punya rasa apapun terhadap Nata.

Awal mula kita berkomunikasi dengan intens adalah pada saat aku pergi ke tempat wisata dekat rumahku. Aku lagi buat instastory sedang berada di tempat rekreasi “terhits” di Kotaku. Ia pun mulai chat aku.

“itu bukannya?” Komen Nata di instatoryku
“Iya, emangnya kenapa?” Jawabku
“Aku juga pernah kesitu”, timpal Nata
“iya in” jawabku singkat

Disitu aku mulai berkomunikasi dengan Nata. Tapi aku balas chatnya Nata masih agak cuek. Awalnya kita cuma chat an di Instagram, lalu lanjut di WhatsApp. Kita saling bertanya, bercerita, dan berkabar.

Sebenarnya aku malu untuk berbicara langsung kepadanya. Tapi akhirnya aku memberanikan diri agar tidak malu ketika aku bertanya atau bercerita kepada Nata.

Seiring berjalannya waktu, rasa malu itu mulai hilang. Tak tau mengapa aku memiliki rasa nyaman ketika berada di dekat Nata. karena sifat dia yang sangat asik dan selalu menghiburku ketika aku sedih ataupun sedang ada banyak masalah.

Dari sekedar mengagumi ternyata timbul rasa keinginan untuk memiliki. Aku memiliki rasa cinta kepadanya, namun aku gengsi untuk mengungkapkannya. Aku mencoba mendekati Nata melalui chat an saja. Kita saling menanyakan kondisi kesehatan, kegiatan sehari-hari kita, dan juga banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Hari demi hari terlewati, hubungan kami semakin dekat. Rasa itu semakin bertambah besar. Melalui perhatian dan kata-kata ku, dia mengerti bahwa aku mencintai dirinya. Pada hari Rabu, 5 Juli 2023, suasananya sangat berbeda, tiba-tiba merasa deg-degan dan panik.

Saat aku bertemu Nata, dia bilang jika ingin menjadi teman dekat dan spesial.

“Kan kita sudah lama dekat, aku merasa nyaman padamu, apa boleh aku lanjut menjadi teman spesialmu?” Ucap Nata padaku dengan wajah penuh harapan
“Ee-iyaa” aku menjawabnya dengan gugup,
“Apakah itu benar? Kamu yakin?” Nata merasa gelisah takut jika aku menerimanya karena terpaksa.
“aku serius denganmu, asalkan kamu juga serius padaku”, Aku menjawabnya dengan penuh ketegangan.
“aku janji akan menjagamu dengan baik” ucap Nata dengan wajah sedikit lega

Rasanya campur aduk, antara senang dan deg-degan . Saat dia bilang seperti itu aku tidak menyangka, dan tidak bisa berkata-kata lagi. Disaat Nata menjadi teman spesialku, dia lebih perhatian kepada ku. Dengan adanya perhatian itu, membuatku semakin nyaman dan bucin. Hidupku berubah menjadi terasa lebih berarti untuk dijalani.

Saat aku ingin mengungkapkan sesuatu kepadanya. Ternyata dia juga merasakan hal yang sama. Aku merasa selama ini dia selalu menjagaku dengan baik sehingga aku tidak merasa kesepian. Banyak orang yang ingin memilikinya. Tetapi dia memiliki sifat yang bodo amat terhadap orang-orang yang menyukai dirinya.

Setelah jalan hampir tiga bulan, entah mengapa ada perubahan sikap Nata kepadaku. Puncaknya adalah saat latihan pencak silat, dia dekat sekali dengan seorang cewek lain. Aku tahu cewek itu siapa, namun aku tetap diam. Dan pada saat aku mendekatinya, perilakunya sudah tampak jelas sangat berbeda. Dia cuek dan dingin sekali tidak seperti Nata yang biasa aku kenal. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba sifatnya berubah. Dia lebih banyak cuek dan diam. Padahal, biasanya ada saja tingkah lakunya yang lucu.

“Cuek” adalah sikap yang bagiku sangat menyakitkan. Tak pelak, jika sikap cuek menjadi hal yang paling tidak disukai oleh setiap orang yang menjalin hubungan.

Setiap manusia itu mempunyai titik jenuh, sabar itu ada batasnya. Jujur aku merasa jeles melihat Nata dekat dengan cewek lain di depan mata kepalaku. Padahal selama ini dia juga belum pernah mengatakan “putus”. Sehingga wajar donk jika aku masih merasa menjadi pasangannya?.

Sebenarnya aku mencoba untuk tetap positif thinking, akan tetapi karena hampir setiap saat selalu “dicuekin” disitulah aku timbul perasaan yang nggak enak, apalagi jika diabaikan oleh orang yang sangat aku sayangi. Huft…. Bahayaaaa…..

Beberapa hari terakhir pikiranku selalu kemana-mana. Jujur karena aku sangat takut jika harus kehilangan dirinya. Overthinking yang selama ini ku alami, telah membuat aku sangat lelah. Lantas yang ada dalam pikiranku adalah “Apa dia sudah jadian dengan cewek itu. Sesekali melintas dipikiranku, “Apa dia lagi jalan bersama perempuan yang cewek itu?”.

Akhirnya aku sangat berpikiran buruk terhadap Nata. Sebagai seorang cewek aku juga merasa sedih bila di cuekin tanpa sebab.

Akhirnya aku harus mengambil jalan tegas. Kita akhirnya ngobrol berdua.

“Aku tidak akan mendekati cewek yang menginginkanku. Karena aku sudah punya gadis tercinta yaitu kamu. Aku selalu mengingatmu. Dihatiku tidak ada perempuan selain kamu. Sebenarnya saat aku dimana-mana, aku selalu memikirkanmu”, ucapan bernada rayuan dari Nata.
“Apa itu benar?”, tanyaku dengan serius dan agak jutek

“Iya lah, ngapain aku bohong. Gak ada gunanya aku berbohong kepadamu”, jawab Nata dengan wajah yang meyakinkan

Aku cuma bisa tersenyum dan masih menyimpan rasa overthinking.

Setelah itu, aku mencoba membalas dia dengan cara yang sama saat dia mengabaikanku.

Dia selalu mencari kabar tentang aku. Namun tentu saja aku slow respon padanya. Sebenarnya dia adalah tipe cowok yang tidak bisa di cuekin. Mungkin dia sadar bahwa kemarin dia telah mengabaikanku, dan dia meminta maaf kepadaku. Huft.. dasar sudah terlanjur bucin, mau tidak mau akhirnya juga ak maafkan.

Ternyata dia terpengaruh omongan dari cewek yang mendekatinya itu. Ternyata pembicaraan yang disampaikan cewek itu adalah fitnah. Ketika Nata mengetahui semuanya, Nata menjauh dari cewek itu.

Nata terus menerus meminta maaf padaku. Padahal aku sudah memaafkan dirinya. Yaaa meskipun sebenarnya juga masih sakit hati. Sebenarnya aku juga menyimpan rasa dendam dan jengkel kepadanya.

Bisa atau tidak bisa, aku tidak boleh dendam sama siapapun. Aku harus melupakan masalah itu. Cewek itu akhirnya perlahan menjauh dari Nata. Sesaat ketika dia bertemu dengan kita berdua, terlihat sekali muka sinis yang ditunjukkan. Terpenting bagiku, Nata telah mengetahui sifat asli dari cewek itu.

Aku bersyukur sifat Nata kembali lagi seperti dahulu. Dia sekarang sangat memperhatikanku dan tidak membiarkanku kesepian.

Beberapa hari yang lalu aku memiliki peristiwa yang sangat menegangkan. Saat aku selesai latihan, aku dan teman-temanku diajak mampir kerumah Nata. Aku bertemu dengan ibunya Nata. Kini, aku pertama kalinya bertemu dengan ibunya. Sikap ibunya terlihat sangat cuek dan dingin, namun ternyata beliau sangatlah perhatian seperti anaknya.

Beliau menganggapku seperti anaknya sendiri. Perhatiannya melebihi bundaku, tiba-tiba aku merasa bahagia dan senang karena telah bertemu dengan ibunya. Disaat aku sedang merasa sangat bahagia, tiba-tiba saja kepalaku terasa ada hantaman kecil dan suara teriakan yang sepertinya sangat biasa aku dengar. Segera aku buka mata dan disitulah aku tersadar jika semua itu hanyalah mimpi.

Aura Valencia, Siswi SMKN 1 Batu, Prodi Kecantikan

Editor : Deni Iska Dian Nita

Back To Top