Lukisan Luka
Perlahan, Violetta menjauh dengan alasan sibuk. Hal itu membuat Charlotte panik. Berhari-hari ia mencoba mendapatkan kembali kepercayaan Violetta, namun hasilnya nihil
Perlahan, Violetta menjauh dengan alasan sibuk. Hal itu membuat Charlotte panik. Berhari-hari ia mencoba mendapatkan kembali kepercayaan Violetta, namun hasilnya nihil
Konfrontasi Sangkala : Kumpulan Puisi Amanda Amalia Putri
Setelah beberapa saat, netranya menangkap sebuah kendaraan berwarna ungu yang perlahan mendekat, beserta sopirnya yang membalas lambaian tangan Ayumi dan Dian. Itu … itu adalah sopir angkot langganan Tyas dan teman-temannya! Ketika rasa lelah menyelimuti tubuh di bawah teriknya mentari, kendaraan ungu itu datang memberi harapan baru.
Setiap jalan Aisyah cemberut sambil menendang batu kerikil di setiap jalan. Sampai suatu ketika batu kerikil yang ditendang olehnya berhenti di depan seorang pemulung yang sedang tidur di sebuah kardus lusuh.
Aku terduduk di kursi dekat tangga. Dunia rasanya berhenti sejenak. Antara ingin menertawakan diri sendiri atau mengetok kepala pakai buku jadwal. Semangatku yang tadi berkobar seperti api unggun kini meredup, tinggal bara kecil seperti lilin kehabisan oksigen.
Bisa atau tidak bisa, aku tidak boleh dendam sama siapapun. Aku harus melupakan masalah itu. Cewek itu akhirnya perlahan menjauh dari Nata. Sesaat ketika dia bertemu dengan kita berdua, terlihat sekali muka sinis yang ditunjukkan. Terpenting bagiku, Nata telah mengetahui sifat asli dari cewek itu.
Saat ia berjalan, Naya melihat sesuatu dari kejauhan. Sebuah bayangan tampak bergerak di antara ombak. Ia berlari ke arah itu, berharap itu adalah Dhika. Namun, saat ia mendekat, ia menyadari bahwa itu bukan Dhika. Itu adalah sosok-sosok yang pernah dilihatnya, dengan wajah pucat dan tatapan kosong.
Jadi inget sama janji-janji dia dulu yang begitu manis seperti gula. Ternyata janjinya sepahit kopi