Sebuah Perjalanan Baru di Kampus
Mereka larut dalam pesta. Tak sadar, sebuah kamera merekam semua itu—gambaran ironis dari harapan indah di awal perkuliahan.
Mereka larut dalam pesta. Tak sadar, sebuah kamera merekam semua itu—gambaran ironis dari harapan indah di awal perkuliahan.
Tak kusangka, hari itu menjadi hari pertamaku menginjakkan kaki di tempat yang kerap mereka sebut sebagai “penjara suci.” Tanganku menggenggam erat tangan ibu. Perasaanku campur aduk. Takut, canggung, dan sedih. Karena aku tahu jika harus berpisah dari rumah yang telah membesarkanku
Kami terpaku. Syarif langsung menunduk, Abimanyu membeku, dan saya… saya merasa tenggorokan saya kering. Pak Jamal menyorot kami dengan senter, matanya menyipit.
Persahabatan sejati tidak selalu datang dengan perayaan besar atau kata-kata manis. Kadang, ia datang dalam bentuk kehadiran yang diam-diam, pelukan hangat di hari yang berat, atau tawa yang muncul tanpa alasan. Ia hadir dalam kesederhanaan yang tulus.
mimpi bukan hanya sekadar harapan, tetapi kemauan yang harus diwujudkan. Alfath kecil masih belum mengerti bagaimana sebuah proses untuk mencapai suatu keberhasilan.
Hari mulai gelap. Kaissa menyalakan lampu minyak di ruang tamu, lalu berjalan ke dapur. Ia membuka lemari dan melihat beberapa bahan makanan yang tersisa. Ia teringat, mamaknya selalu mengajarkannya untuk berbagi.
Hubungan Vely dan Max adalah hubungan sehat, sama-sama berubah menjadi lebih baik. Mereka sering bersama-sama pergi ke perpustakaan. Kembali menjadi satu kelompok tugas, menjadi mahasiswa yang lebih aktif bukan mahasiswa kupu-kupu
Arumi mengabaikan pikiran-pikiran yang sedari tadi terus berenang di kepalanya. Tanpa berpikir lebih lama lagi, ia merogoh tasnya dan mulai mengeluarkan amplop berwarna putih.
Acara yang dikemas secara sederhana ini dihadiri oleh para siswa kelas akhir, guru, orang tua, serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi seremonial, sambutan kepala sekolah, hingga persembahan dari para siswa. Namun, yang membuat acara ini berbeda dan istimewa adalah momen peluncuran buku karya siswa yang tergabung dalam komunitas jurnalistik sekolah.
Wajah perempuan itu melirik ke semua ruangan memastikan tidak ada seorang pun yang tahu jika ia pulang larut malam.