Apakah Saya Sudah Merdeka?
Di tengah ritme hidup seperti ini, saya menemukan arti merdeka bukan pada bebas dari tanggung jawab, melainkan pada kemampuan untuk berdamai dengan peran-peran yang saya jalani
Di tengah ritme hidup seperti ini, saya menemukan arti merdeka bukan pada bebas dari tanggung jawab, melainkan pada kemampuan untuk berdamai dengan peran-peran yang saya jalani
Pada saat mengakhiri masa jabatannya sebagai Ketua MGMP, beliau menyampaikan satu kalimat reflektif yang melekat di ingatan saya: “Guru dalam bahasa Sansekerta berarti berat.” Kalimat itu sederhana, tetapi mengandung makna mendalam.
Selama perjalanan, telinga saya dipenuhi sapaan yang seragam: “Semangat, Pak!”, “Hati-hati, Pak!”, “Sedikit lagi, Pak!”, atau “Permisi, Pak!” Semua orang seakan sepakat memberi label yang sama pada saya, “Bapak”.
Meskipun belum selesai, saya sudah menemukan banyak pelajaran baru di masa ini. Salah satunya adalah belajar untuk ikhlas saat hasil yang didapat tidak sesuai dengan rencana.
Mimpi adalah seni malam yang tak ternilai untuk diri kita sendiri yang penuh privasi.
Sore itu, sepulang sekolah, Adel melewati sebuah rumah tak berpenghuni. Rumah itu sudah bertahun-tahun ditinggalkan pemiliknya karena sering terjadi kejadian aneh dan penuh teror. Entah mengapa, Adel berhenti cukup lama di depan rumah itu, pandangannya tertuju pada salah satu jendela.
Bekerja adalah fitrah manusia. Bahkan dalam kitab-kitab suci, bekerja adalah bagian dari pengabdian. Maka bekerja dengan profesionalisme dan tanggung jawab mestinya tidak perlu lagi dibalut dengan kalimat motivasi setiap saat. Jika kita sudah memahami bahwa bekerja adalah bentuk ibadah, maka mestinya kita tidak perlu memilih-milih beban kerja yang datang
Sementara itu, teman yang lain mulai sangat ketat urusan makan. Semua yang mengandung tepung-tepungan, apalagi tepung terigu, dianggap musuh paling berbahaya. Ia mulai mengganti semua camilan dengan buah potong dan ubi rebus, kalaupun ingin makan kue, berarti bahan dasarnya harus dari tepung beras atau sagu.
Menurut Pak Budi, bekerja dengan hati tidak berarti bekerja tanpa kendala. Namun, hati yang terlibat akan mengubah cara pandang kita terhadap kendala itu sendiri.
Meskipun kini saya tahu bahwa sambal pecel tidak hanya milik Madiun, tetap saja rasa sambal pecel Madiun akan selalu menjadi rasa pertama yang membekas di hati. Karena makanan bukan sekadar rasa. Ia menyimpan kenangan, kampung halaman, dan cerita.